LANGIT7.ID, Yogyakarta - Kesuksesan tidak memandang strata sosial dan profesi keluarga. Hal ini ditunjukkan Esterinda Budhis Gayatri, gadis berusia 15 tahun asal Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta. Dia berhasil menjadi anggota pasukan pengibar bendera pusaka yang bertugas di Istana Negara pada 17 Agustus kemarin.
Esterinda merupakan muslimah yang lahir dari keluarga dengan kondisi ekonomi keluarga menengah ke bawah, Esterinda mampu menunjukkan bakatnya sekaligus membanggakan orangtuanya.
Dony Sri Martejo (43), Satpam Kantor Pos Yogyakarta barangkali salah satu pria di Indonesia yang paling bahagia pada momen kemerdekaan kemarin. Ia menyaksikan buah hatinya berproses dan lolos menjadi anggota paskibraka di Istana Merdeka Jakarta.
Baca Juga: Wow, 6 Figur Publik Ini Dulu Pernah Jadi Anggota PaskibrakaPengukuhan Esterinda menjadi anggota paskibraka dilaksanakan oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis dua pekan lalu. Namanya tercantum pada urutan nomor 30 dari 68 peserta yang diumumkan di situs Setkab.go.id.
Dony menceritakan bahwa putrinya memang senang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler baris berbaris di sekolah. Keaktifannya itu membawa siswa Kelas IX IPS 1 SMA N 1 Sentolo ini meraih beberapa penghargaan.
Sementara di jenjang SMP, Esterinda berhasil mendapatkan juara II Taekwondo pada ajang perlombaan Sanata Dharma Cup. Namun, prestasinya menjadi pasukan baris berbaris (PBB) dimulai sejak SD ketika mengikuti perlombaan dalam memperingati HUT Kemerdekaan.
"Dari kecil saya ajarkan dia untuk melatih kedisiplinan, mandiri dan fisik. Saya hanya ingin dia sehat kebetulan saya juga pelatih karate," kata Dony dikutip Jurnalsecurity.com, Ahad (22/8/2021).
Dony sebenarnya tidak pernah menuntut banyak pada putrinya, apalagi mendorong-dorong harus menjadi seorang paskibraka mewakili DI Yogyakarta di tingkat nasional. Saat seleksi, Dony sudah bersyukur apabila Esterinda bisa lolos di tingkat provinsi.
Terlepas dari kebanggaan ini, Dony sebenarnya membebaskan anak sulungnya untuk menjadi apa saja selama itu bermanfaat bagi banyak orang. Setelah menekuni latihan paskibraka, Esterinda memiliki cita-cita menjadi prajurit TNI wanita atau Kowad maupun polisi wanita (polwan).
(bal)