LANGIT7.ID, - Jakarta - Meminta
cuti pada atasan susah-susah gampang, terlebih ketika
pekerjaan di kantor menumpuk. Di situasi seperti ini biasanya akan timbul rasa tidak enak atau sungkan. Meski begitu, Anda tetap harus melakukannya jika tujuan cuti benar-benar penting. .
Lantas, bagaimana cara meminta cuti ke atasan? Better Up memberikan tujuh cara meminta cuti kerja dengan atasan, dikutip Selasa (27/12/2022).
Baca juga: RUU Cuti Melahirkan 6 Bulan Akan Disahkan Sebagai Inisiatif DPR
1. Pilih waktu dengan bijak
Beberapa industri lebih sibuk pada bulan-bulan tertentu. Jika Anda memiliki fleksibilitas, jangan mengambil cuti selama musim sibuk. Selain itu, pastikan Anda menginformasikan lebih dulu saat ingin cuti, agar rekan sekerja dapat mempersiapkannya dengan tepat.
2. Jelaskan secara spesifik, detail, dan relevan
Saat meminta cuti, ajukan permintaan sespesifik mungkin. Pastikan waktu yang tepat untuk cuti dan jelaskan alasan pemilihan tanggal tersebut.
Berikan detail yang relevan di awal sehingga membantu manajer Anda membuat keputusan. Pada saat yang sama, jangan terlalu banyak membagikan detail yang tidak perlu dan membuat manajer tidak sabar.
3. Berkomunikasi dengan rekan kerja
Saat mengambil cuti, pastikan Anda sudah mengkomunikasikannya dengan rekan sekerja. Pilih waktu yang tepat agar tidak memberatkan rekan kerja meneruskan pekerjaan Anda.
Baca juga: Politikus PKB Beber Alasan Ayah Perlu Cuti Melahirkan
4. Pastikan bertanya, bukan memberi tahu
Sekalipun rencana perjalanan tampak sederhana dan tidak akan terlalu mengganggu pekerjaan, Anda perlu memastikan bahwa cuti mendapatkan izin.
Percaya diri tetapi tidak terlalu percaya diri saat meminta waktu istirahat. Pahami batasan antara bersikap asertif dan agresif.
5. Tawarkan untuk membantu merencanakan saat pergi
Sebelum pergi, tawarkan rencana pekerjaan Anda dicover. Pastikan Anda menerangkannya dengan jelas, misalnya poin-poin yang diberi keterangan tanggal, nama penanggungjawab dan tautan dokumen jika ada.
Bagikan tips dalam menyelesaikan pekerjaan yang akan Anda tinggalkan sementara. Langkah ini dapat mengurangi stres bagi Anda dan tim karena pekerjaan dilakukan dengan benar.
Baca juga: Pemerintah Tetapkan Cuti Bersama Idul Fitri 29 April, 4-6 Mei 2022
6. Minta waktu secara tertulis
Saat mengajukan cuti, pastikan pengajuan dibuat secara tertulis misalnya melalui surat elektronik. Hal ini sebagai pengingat bagi atasan dan rekan sekerja bahwa Anda bermaksud cuti. Jika Anda meminta cuti medis atau cuti lainnya, penting untuk memiliki salinan permintaan.
(est)