LANGIT7.ID -, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (
BMKG) menyebut
cuaca ekstrem di Indonesia disebabkan karena periode puncak musim hujan.
Melalui informasi yang diunggah di akun Twitter @infoBMKG, prakiraan cuaca jelang akhir tahun hanya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tapi bukan badai.
"Peningkatan curah hujan hingga sangat lebat berpotensi terjadi pada tanggal 30 Desember 2022 bahkan masih berpotensi terjadi hingga awal Januari 2023," tulis BMKG di laman Twitternya, dikutip Langit7.id, Rabu (28/12/2022).
Baca juga: Penjelasan BMKG soal Potensi Badai Dahsyat Melanda Jabodetabek
Diketahui, sebelumnya Peneliti Klimatologi, pada Pusat Riset Iklim, dan Atmosfir, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin mengungkapkan, ada potensi hujan ekstrem dan badai dahsyat di kawasan Jabodetabek. Namun, pernyataan BRIN berbeda dengan BMKG.
Menurut Kepala BMKG, Dwikorta Karnawati, terminologi badai yang disampaikan BRIN kurang lebih merupakan siklon tropis sehingga pusaran angin kencang mengakibatkan hujan ekstrem.
"Hujan ekstrem tidak harus berupa badai, dan hujan ekstrem trennya sudah terlihat sejak 21 Desember dan semakin meningkat di 29 Desember, jadi itu hujan lebat, bukan pusaran. Istilah badai kan pusaran, pusaran angin dan disertai hujan lebat," tutur Dwikorta dalam siaran pers di YouTube BMKG.
Baca juga: Badai Diprediksi Terjang Jakarta, Pj Gubernur Imbau Karyawan WFH
Menurut Dwikorta, wilayah Jabodetabek masih berstatus aman. Artinya, intensitas hujan masih ringsn hingga sedang.
"Jabodetabek itu masih belum ada merahnya. Insya Allah intensitas hujan ringan dan sedang. Terkait potensi ekstrem ini kami bekerja sama dengan BRIN untuk Teknologi Modifikasi Cuaca membuat hujan lebat atau ekstrem dapat dipaksa turun di laut Jawa atau di wilayah luar pemukiman, atau misal di danau atau waduk," ungkap Dwikorta.
Ia menegaskan, menurut prakiraan BMKG sejumlah wilayah di Indonesia masih aman dan terkendali dari hujan ekstrem.
"Jadi insyaallah menurut prediksi ini justru Jawa Barat, Jabodetabek, sampai 28 Desember insyaallah masih bisa terkendali, masih relatif aman, hanya mulai 29 itu mulai diwaspadai menurut prediksi kami," ucapnya.
(est)