Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Cara Islami Atasi Resesi: Gunakan Prinsip Ekonomi Syariah

mahmuda attar hussein Kamis, 29 Desember 2022 - 12:30 WIB
Cara Islami Atasi Resesi: Gunakan Prinsip Ekonomi Syariah
Cara Islami Atasi Resesi: Gunakan Prinsip Ekonomi Syariah. (Foto: Istimewa)
LANGIT.ID, Jakarta - Islam memberikan solusi atas perkara yang dihadapi umat, termasuk masalah krisis keuangan. Salah satunya dengan menerapkan nilai dan prinsip syariat agama.

Tahun 2023 tinggal menghitung hari, itu artinya ancaman resesi seperti yang diperkirakan Menteri Keuangan, Sri Mulyani semakin dekat. Dampak resesi tidak hanya mengganggu perekonomian negara, tapi juga rakyatnya.

Sehingga mesti ada solusi konkret untuk menghadapi krisis ekonomi tahun depan. Apalagi, Indonesia juga disebut sebagai salah satu negara yang akan merasakan gelombang resesi.

Padahal, Indonesia baru saja pulih dari krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Ancaman resesi memukul keras seluruh lapisan masyarakat, termasuk umat Islam.

Lantas bagaimana solusi dalam Islam untuk mengatasi ancaman resesi ekonomi pada 2023?

Baca Juga: Krisis Ekonomi Global Ternyata Pernah Terjadi di Zaman Nabi Yusuf

Langit7 berkesempatan mewawancarai Pakar Ekonomi Islam, Universitas Darussalam Gontor, Syamsuri. Berikut hasil wawancara khusus tersebut:

1. Bagaimana Anda memandang ancaman resesi ekonomi yang melanda global?

Dunia saat ini telah terobsesi dengan pertumbuhan global yang mengesampingkan norma, dan etika religius. Pengurangan sumber daya berlebihan telah membawa manusia pada ketamakan dan kerakusan diri.

Sikap dan perilaku konsumerisme yang tak kunjung terpuaskan dan didorong dengan keinginan yang berlebih bukan hanya sekadar kebutuhan, telah membuat masyarakat bertindak diluar tuntutan ekonomi Ilahiah.

Allah berfirman, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu!' Maka memancarlah daripadanya dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah dari rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan. (QS. Al-Baqarah: 60).

"Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, 'Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan saja, maka mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti: sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merah.' Dia (Musa) menjawab, 'Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik? Pergilah ke suatu kota, pasti kamu akan memperoleh apa yang kamu minta.' Kemudian mereka ditimpa kenistaan dan kemiskinan, dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas. (QS. Al-Baqarah: 61).

Akibatnya krisis yang berujung resesi menjadi malapetaka yang harus dirasakan secara global.

Allah berfirman, "Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan jangan-lah kamu membuat kerusakan di bumi. Pada dasarnya prinsip hubungan antar manusia menurut Islam adalah tidak boleh menzalimi dan tidak boleh dizalimi dengan cara apa pun dan dalam bidang apa pun." (QS. Asy-Syu’ara: 183).

2. Apa pandangan Anda terkait aktivitas perekonomian saat ini?

Aktivitas ekonomi yang berjalan telah bertentangan dari nilai-nilai keIslaman. Riba, monopoli, dan tindakan malapraktik ekonomi diluar batas syariat telah merugikan, tidak hanya diri sendiri akan tetapi dapat merusak sendi-sendi kehidupan ekonomi umat.

Krisis ekonomi yang menyebabkan pada resesi global adalah akibat penyebaran Covid-19 yang melumpuhkan berbagai sektor, khususnya keuangan. Sistem keuangan konvensional dan tidak sesuai syariat tidak mampu menahan gejolak perubahan iklim keuangan yang memakai sistem bunga.

Akibatnya, keuangan Negara tidak dapat menahan beban utang yang tinggi, sehingga menimbulkan kesenjangan, pengangguran dan diperparah dengan peningkatan kemiskinan.

Ekonomi ribawi telah menimbulkan ketidakadilan bagi semua pelaku ekonomi. Contohnya adalah keuntungan yang tidak seimbang antara pemodal dan peminjam. (A.M. Sadeq, 1989).

Sistem ekonomi ribawi akan menghambat investasi riil dengan iming-iming keuntungan bunga yang lebih menjanjikan masyarakat. Padahal, bunga adalah bom waktu yang dapat merusak tatanan ekonomi yang dampaknya sangat mempengaruhi sektor riil serta produktivitas masyarakat.

3. Faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya krisis ekonomi?

Krisis ekonomi sebenarnya tidak hanya disebabkan oleh faktor-faktor ekonomi saja, tetapi sistem pemerintahan yang berkeadilan, sistem politik, dan juga kejujuran pelaku ekonomi.

Faktor tersebut juga yang sangat memainkan peranan penting dalam menstabilkan ekonomi umat. (Kevin Rudd, Australian Ministry).

Sistem pemerintahan yang sentralis akan mempersulit pengontrolan dan pendistribusian hasil alam secara berkeadilan. Begitu juga keadaan politik krisis ekonomi.

Sebab, politik dan ekonomi adalah sistem yang integral dan tidak dapat dipisahkan antara satu sama lain. Krisis ekonomi Indonesia juga semakin diperparah oleh ketidakjujuran pemerintah dan pelaku bisnis lainnya yang terbiasa melakukan praktik korupsi, kolusi, nepotisme (KKN).

Kegiatan penyeludupan (smuggling), perjudian (gambling), dan prilaku moral hazards lainnya semakin memperparah krisis ekonomi Indonesia. Begitu juga praktek monopoli yang semakin sukar diberantaskan telah menggerogoti fundamental ekonomi Indonesia.

4. Bagaimana cara Islam untuk menyelesaikan masalah krisis ekonomi tersebut?

Masalah krisis ekonomi yang tidak berkesudahan harus diperbaiki dari sistem yang paling fundamental, yaitu perubahan sistem ekonomi kapitalis dan sosialis ke dalam sistem ekonomi Islam. Dengan menggunakan prinsip-prinsip syariah pada setiap pelaksanaannya.

Krisis harus memiliki target untuk meningkatkan kesehatan sosial yang muncul dari nurani kesadaran manusia. Berikut dibarengi dengan keadilan dan kejujuran di semua tingkat interaksi manusia.

Sehingga, kondisi kesehatan ini dapat dicapai dengan transformasi moral individu dan masyarakat.

5. Bagaimana dengan kestabilan ekonomi?

Untuk menstabilkan ekonomi, diperlukan stabilizers, di mana sistem keuangan yang didominasi oleh lembaga perbankan harus terbebas dari bunga (riba), serta pasar uang yang juga harus bebas dari spekulasi.

Hal ini bertujuan agar pasar uang berada dalam keadaan seimbang secara terus-menerus antara kekayaan dalam bentuk uang dan nilai riil, serta upah yang adil bermakna. Bahwasannya upah yang diberikan haruslah memenuhi kriteria keadilan. (Akram Khan).

6. Apa langkah yang bisa dilakukan untuk mewujudkannya?

Untuk menciptakan sistem ekonomi Islam juga diperlukan work and reward. Setiap muslim diharuskan untuk bekerja, dan dia juga harus menerima risiko apapun yang terkait dengan pekerjaan tersebut. (Kabir Hasan, 2013).

Solusi lain, penetapan mata uang emas dan perak seperti yang dilakukan pada zaman Rasulullah dahulu dapat menarik mata uang negara dari ketidakpastian moneter dalam sejarah peradaban dunia. Emas dipercaya dapat meminimalkan risiko moneter dibandingkan sistem fiat yang digunakan saat ini.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)