LANGIT7.ID, Jakarta - Kitab-kitab klasik kebanyakan sulit diakses karena belum banyak terdigitalisasi, apalagi kitab-kitab tasawuf. Jika telah terdigitalisasi pun, untuk mencarinya perlu usaha tersendiri karena tidak terkumpul dalam satu
database atau direktori.
Mahasiswa Doktoral Islamic Studies di New York University, Antonio Musto, membuat website database kitab tasawuf bernama “
Nusūs” (نصوص). Nusūs merupakan website database kutub (rasa’il) sufi periode awal yang sulit didapatkan di database-database digital. Kitab-kitab sufi itu sudah ditranskrip, sehingga pengunjung bisa melakukan pencarian
keyword tertentu.
“Saya senang mengumumkan peluncuran proyek saya http://nusus.net! Ini adalah kumpulan teks "yang diabaikan secara digital" yang berfokus terutama pada Sufisme awal. Saya telah mendigitalkan banyak karya dasar Sufi awal yang dapat anda baca, telusuri, dan telusuri metadata penulis/teks secara
online,” kata Antonio melalui akun twitter-nya, dikutip Kamis (5/1/2023).
Baca Juga: Ulama Nusantara Tak Hanya Menulis Tentang Agama tapi juga Sains dan Teknologi
Antonio mengumpulkan kitab-kitab sufi yang tidak dimasukkan ke perpustakaan-perpustakaan digital seperti al-Maktaba al-Syamilah. Web tersebut menjadi alternatif bagi para akademisi dan pecinta buku sufi atau umat Islam yang ingin mendalami tasawuf.
Untuk melaksanakan proyek besar tersebut, Antonio tidak bekerja sendiri. Dia mendapatkan hibah dari Digital Humanities dari New York University. Setelah itu, dia mempelajari Python dan membuat
Optical Character Recognition (OCR) untuk mengembangkan web tersebut.
Antonio mengaku mengerjakan
website tersebut penuh rasa cinta. Dia membangun dari nol untuk memberikan yang terbaik kepada para penikmat buku sufi. Dia mengaku selalu bersemangat untuk berbagi buku-buku sufi yang bisa diakses secara digital.
Baca Juga: Aisha Bewley: Terjemahkan Ratusan Kitab, Bawa Turats ke Barat
“Saya harap ini akan berguna bagi mereka yang bekerja di bidang tasawuf dan sejarah intelektual Islam,” ujarnya.
Antonio juga merekrut beberapa orang untuk membentuk tim. Dari tim itu, Antonio menambahkan lebih banyak teks. Tak hanya kitab sufi, tapi juga buku-buku teologi Kristen awal dan penambahan buku lain dari waktu ke waktu.
(jqf)