Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

Mengenal Sorry Syndrome, Kebiasaan Meminta Maaf Berlebihan

Fifiyanti Abdurahman Rabu, 11 Januari 2023 - 16:30 WIB
Mengenal Sorry Syndrome, Kebiasaan Meminta Maaf Berlebihan
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Penonton televisi generasi 90-an tentu tidak asing dengan sinetron komedi legendaris, Bajaj Bajuri. Karakter tokoh di dalam sinetron itu terbilang unik, salah satunya lakon Mpok Minah.

Sosok Mpok Minah digambarkan sebagai perempuan yang selalu meminta maaf sebelum berkata sesuatu. Meski bermaksud sopan, namun pada akhirnya banyak orang yang jengah dengan kebiasaan ini.

Dalam dunia psikologi, karakter ini disebut dengan "Sorry Syndrome", di mana Anda tak berhenti meminta maaf pada banyak hal, bahkan saat tidak melakukan kesalahan.

Baca juga: Cara Terbaik Minta Maaf ke Orangtua yang Sudah Meninggal

Merujuk dari Khaleej Times, Rabu (11/1/2022), permintaan maaf yang berlebihan biasanya merupakan perilaku yang dipelajari sejak masa kanak-kanak. Umumnya kata maaf diucap untuk menghindari konflik, hukuman, atau penolakan.

Meminta maaf secara berlebihan, dianggap bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri ataupun orang lain. Berikut kerugian yang ditimbulkan pengidap Sorry Syndrome.

Pertama, kebiasaan ini dapat melelahkan bahkan hingga mengganggu bagi sebagian orang. Kemudian, sorry syndrome bisa menghilangkan rasa hormat seseorang hingga memperlakukan Anda dengan buruk.

Selanjutnya, kebiasaan ini dapat menggerus makna maaf yang tulus sehingga orang akan menganggap Anda tidak serius.

Keempat, minta maaf secara berlebihan menunjukkan kemunafikan, karena mungkin Anda mengatakan dan melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak dimaksudkan. Dan kelima, hal tersebut bisa menurunkan harga diri Anda.

Baca juga: Belum Sempat Minta Maaf ke Orang Tua yang Telah Wafat? Ini Nasihat Buya Yahya

Berkaca dari itu, sebaiknya Anda mengganti permintaan maaf dengan terima kasih.

Jadi, alih-alih mengatakan 'maaf' saat benar-benar tidak perlu, ubah kata ini menjadi sesuatu yang positif seperti 'terima kasih'.

Misal, jika terlambat menghadiri rapat, Anda dapat mengatakan, 'Terima kasih telah menunggu saya'. Atau jika menelepon seseorang saat mereka sedang sibuk, Anda dapat mengatakan, 'Saya menghargai Anda mengangkat telepon meskipun sedang sibuk'.

Daripada mengatakan 'Maaf, saya tidak dapat mengirimkan laporan pada hari Senin' Anda dapat mengatakan 'Saya bersyukur Anda mengerti bahwa piring saya sudah penuh'.

Kemudian, cara lain untuk berhenti meminta maaf secara sia-sia adalah dengan memvalidasi perasaan orang lain. Tunjukkan bahwa Anda peduli dan biarkan orang berbicara tentang perasaan mereka.

Baca juga: Polisi Korea Selatan Membungkuk Minta Maaf atas Tragedi Itaewon

Hal ini tentu akan membuat mereka merasa lebih baik dan dapat meningkatkan hubungan Anda dengan mereka.

Kuncinya di sini adalah beralih dari rasa bersalah ke penghargaan dan rasa syukur. Ketahui kapan harus meminta maaf dan kapan tidak.

Lakukan pertukaran ini hari ini dan perhatikan percakapan Anda menjadi lebih tentang penghargaan, yang tidak hanya meningkatkan harga diri Anda sendiri tetapi juga memberikan kepuasan kepada orang yang menerima rasa terima kasih Anda.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)