LANGIT7.ID - , Jakarta - Berbagai macam jajanan ciki kini kian berkembang dengan banyak variasi. Salah satu sedang populer adalah
ciki ngebul yang dapat membuat mulut penikmatnya seperti mengeluarkan asap.
Sensasi asap yang keluar dari mulut berasal dari
nitrogen cair sehingga menjadi daya tarik utama. Mengusung konsep yang unik, ciki ini dibandrol dengan harga terjangka sehingga digemari anak-anak.
Baca juga: Kemenkes Ungkap Efek Keracunan Ciki Ngebul Bisa Rusak Organ TubuhNamun, ciki ngebul justru berdampak buruk pada tujuh siswa Sekolah Dasar (SD) di Tasikmalaya, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Usai menyantap ciki ngebul mereka dilaporkan mengalami mual, muntah, dan begah perut.
Dosen Kimia Farmasi Fakultas Farmasi (FF)
Universitas Airlangga (UNAIR) Marcellino Rudyanto mengungkapkan, nitrogen merupakan senyawa inert yang artinya tidak bereaksi dengan senyawa lain. Menurutnya, nitrogen tak bersifat beracun tapi bukan berarti tidak bahaya.
“Nitrogen memiliki titik didih yang sangat rendah yaitu -196 derajat celcius. Maka kalau tubuh manusia terpapar nitrogen cair dalam waktu yang lama, sel tubuhnya akan membeku atau mati,” ungkapnya, dalam keterangan tertulis di laman UNAIR, dikutip Langit7.id, Rabu (11/1/2023).
Menurut Marcellino, nitrogen pada dasarnya tidak memiliki manfaat bagi tubuh, keberadaannya hanya menambah keindahan dalam sebuah hidangan.
Baca juga: Penambahan Nitrogen Cair pada Makanan Dapat Memicu KeracunanKendati demikian, nitrogen cair bermanfaat dalam berbagai bidang, misalnya mengawetkan sampel biologis atau mendinginkan instrumen yang menggunakan magnet superkonduktor.
Marcellino menegaskan kepada orangtua untuk berhati-hati dalam melakukan pengawasan terhadap jajanan yang dikonsumsi oleh anak.
Apabila anak terlanjur mengonsumsi ciki ngebul tapi tidak terjadi keluhan maka diharapkan untuk tidak mengonsumsinya kembali.
“Jika setelah mengonsumsi lalu terjadi kelainan pada saluran pencernaan maka segera bawa ke pelayanan kesehatan. Guna mencegah agar peristiwa keracunan ciki ngebul tidak terulang kembali, penggunaan nitrogen cair pada makanan harus dibatasi,” tutur Marcellino.
Baca juga: Antisipasi Pencemaran Daging Babi, UGM Bakal Uji Sampel Makanan(est)