LANGIT7.ID, Jakarta - Belakangan publik diramaikan dengan
fenomena alam pegunungan di Arab Saudi yang menghijau. Banyak pengguna media sosial mengaitkan kejadian itu dengan hadits Rasulullah SAW tentang tanda hari kiamat.
"Hari kiamat tidak terjadi, sehingga tanah Arab kembali subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai.” (HR Muslim)
Namun, alangkah baiknya jika hadits tersebut ditadaburi untuk mengulik hikmah di balik kejadian tersebut. Memang pegunungan di Jazirah Arab menghijau hampir terjadi di setiap musim dingin dan akan hilang saat musim panas. Tapi, tidak ada hubungannya dengan hadits di atas.
Baca Juga: Menghijaunya Pegunungan Mekkah Membawa Berkah
Mengutip akun Gen Saladin, hadits yang diriwayatkan Imam Muslim di atas menginformasikan satu fakta menarik. Rasulullah bersabda, “Hari kiamat tidak terjadi sehingga tanah Arab kembali subur.”
Fokus ke kata “kembali”. Berarti bisa diasumsikan Jazirah Arab pernah subur sebelum gersang seperti sekarang. Para ulama sejarah dalam Kitab
Al Mafatih fi Syahril Mashabih, Al Mudzhiri (wafat 727 H) menulis:
“Dikatakan bahwa dahulu kala tanah Arab adalah bumi yang subur dan padang luas yang memiliki cabang-cabang sungai penuh dengan air mengalir. Ia memiliki pohon dan buah yang banyak, namun kesuburan itu berganti menjadi gersang. Mudahnya makanan berubah menjadi sulitnya mencarinya.”
Dalam halaman lain, Al-Mudzhiri menulis, “Kemudian ia kelak akan menjadi makmur karena kesibukan manusia mengolahnya di akhir zaman.”
Baca Juga: Ustaz Fahmi Salim: Pegunungan Makkah Menghijau Bukan Berarti Pertanda Kiamat
Menariknya, para arkeolog menemukan fakta yang menguatkan hadits Rasulullah SAW bahwa dahulu jazirah Arab pernah hijau. Sebuah majalah ilmiah berjudul
Science Advance, bahwa wilayah peneliti menemukan jejak rute eksodus manusia dari Afrika menuju Asia melewati wilayah yang sekarang adalah gurun An Nufudz di Arab bagian utara.
Michael Petraglia, seorang peneliti dari
Max Planck Institute for the science of Human History mengungkapkan, Jazirah Arab dipilih menjadi rute perjalanan manusia dari arah Afrika menuju Asia 120 ribu tahun lalu.
“Tentu karena ia (Jazirah Arab) memiliki penunjang seperti kesuburan tanah dan ketersediaan air,” tulis Michael. Dia juga menemukan bahwa di bawah gurun An Nufudz banyak fosil-fosil hewan buas yang memangsa binatang pemakan rumput.
(jqf)