LANGIT7.ID, Jakarta - Pegunungan
Makkah di Arab Saudi baru-baru ini menjadi hijau subur dipenuhi berbagai tanaman. Fenomena langka ini muncul imbas curah hujan ringan yang turun sepanjang Desember 2022.
Dalam video yang dibagikan di media sosial, wilayah pegunungan yang mengelilingi kota suci terlihat tertutup tanaman dan tumbuh-tumbuhan berwarna hijau. Kondisi ini bertolak belakang dengan kondisi iklim yang biasanya tandus.
Menghijaunya pegunungan Makkah ini banyak dihayati warganet sebagai pertanda semakin dekatnya
Hari Kiamat. Kesan ini berangkat dari hadits Rasulullah SAW yang menyatakan kiamat tidak akan terjadi hingga tanah Arab menghijau.
Baca Juga: Menghijaunya Pegunungan Mekkah Membawa BerkahDari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا. Artinya: Tidak akan tiba hari Kiamat hingga tanah Arab kembali hijau penuh dengan tumbuhan dan sungai-sungai.” (Sahih Muslim).
Dalam hadits yang lain, Rasulullah bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا Artinya: "Hari kiamat tidak berlaku sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai." (HR Muslim).
Baca Juga: Disebut Tanda Kiamat, Ini Penyebab Makkah Menghijau Menurut IlmiahUstaz
Fahmi Salim menjelaskan, hadits tanah Arab menghijau merupakan tanda-tanda kiamat adalah hadits sahih. Namun, menghijaunya pegunungan Makkah saat ini bukan berarti mencerminkan tanda-tanda kiamat.
"Saat ini Betul dan ini terjadi setiap tahun saat musim dingin, curah hujan cukup intens dan bahkan turun salju. Namun fenomena alam itu musiman saja dan tidak permanen," kata Ustadz Fahmi kepada
Langit7.id, Selasa (10/1/2023).
Pegunungan di
Arab Saudi memang kadang menghijau, tapi kadarnya sedikit dan tipis saat musim dingin saja. Jika sudah berganti musim cuaca maka gurun pasir dan gunung-gunung batu Makkah kembali kering dan gersang. "Jadi syarat pertama belum terpenuhi yaitu negeri Arab menghijau secara permanen," ujarnya.
Dia menambahkan, syarat kedua juga belum terpenuhi yaitu munculnya aliran sungai-sungai yang baru. Jadi kesimpulannya kiamat masih jauh dan tidak identik dengan fenomena alam di Saudi pada musim dingin. "Bukan berarti kita boleh lega santai seolah kita boleh bebas melakukan apa saja dan tidak bertobat kepada Allah SWT," ucapnya.
Baca Juga:
Fenomena Astronomi Sepanjang 2023: Gerhana Bulan dan Matahari
BPBD DKI Imbau Masyarakat Waspada Banjir Rob Akibat Bulan Purnama(gar)