LANGIT7.ID, Jakarta -
Fenomena langka pegunungan di Mekkah, Arab Saudi menghijau seperti surga terjadi baru-baru ini. Tanaman dan rerumputan tumbuh subur di wilayah yang dikenal tandus itu.
Dalam video yang dibagikan di media sosial, wilayah pegunungan di sekitar kota suci itu terlihat diselimuti tanaman hijau. Bertolak belakang dari alamnya yang biasa kering dan gersang.
Pemandangan
pegunungan yang tidak biasa menarik perhatian akun Twitter resmi wilayah Mekah, yang kemudian mengunggah video pegunungan Mekkah menghijau. Meskipun banyak warganet yang menhgayati semakin dektanya kiamat, tapi ada juga yang mengungkapkan rasa syukur.
Baca juga: Disebut Tanda Kiamat, Ini Penyebab Makkah Menghijau Menurut Ilmiah "Alhamdulillah dan terima kasih kepada Tuhan saja, kami meminta Yang Mahakuasa untuk mengabadikan [tanaman hijau] sebagai berkah bagi kami dan melindunginya dari penghilangan".
Dilansir The New Arab, pengguna lain, Ahmad Al-Assaf, berkata: "Sebuah lembah yang tak pernah diolah, dan terima kasih kepada Tuhan bumi dan langit, gunung-gunung di sekitarnya menjadi hijau dan gembira, Alhamdulillah."
Diwartakan Alarabiya, para pecinta fotografi berlomba mendokumentasikan pemandangan pegunungan dan dataran Makkah Al-Mukarramah yang ditutupi dengan tanaman hijau. Fenomena yang belum pernah dilihat wilayah tersebut selama bertahun-tahun.
Fotografer Mohammed Al-Hudhali kini dapat mengamati tanaman hijau yang mewarnai banyak tempat di pegunungan. Hijaunya pegunungan terlihat bak lukisan yang meneduhkan.
Penasihat Pusat Nasional untuk Pengembangan Tutupan Vegetasi dan Memerangi Penggurunan (NCVC) Hamid Al-Dosari menjelaskan, alasan penghijauan yang menutupi pegunungan di wilayah Makkah adalah karena suksesi hujan dalam jangka waktu yang lama. Sebagian besar adalah hujan ringan, tetapi terus menerus.
Baca juga: Doa Saat Dilanda Cuaca Ekstrem Sebagaimana Dibaca Rasulullah SAW “Efek hujan ringan terus menerus lebih baik daripada hujan lebat yang cepat, hujan ringan disiram oleh tanah dan tidak mengalir, dan hujan lebat menyapu tanah dan turun darinya, sehingga cepat kering dan tidak berkecambah, dan tanaman hanya terbatas pada tempat-tempat di mana air terkumpul dalam depresi,” katanya.
Al-Dosari menunjukkan alasan kedua adalah suasana yang tepat untuk pertumbuhan tanaman, karena hari-hari ini tidak panas atau dingin. Iklim ini dinilai sebagai saat yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman.
“Ketiga adalah adanya stok benih lama di antara bebatuan di pegunungan yang tidak menemukan peluang untuk tumbuh di tahun-tahun sebelumnya, dan sekarang kesempatan sudah matang untuk itu, Insya Allah,” katanya.
(sof)