LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Rapat Koordinasi Nasional dan Musyawarah Dewan Partai Bulan Bintang (PBB) tahun 2023, Rabu (11/1/2023). Presiden memuji kiprah dan napas PBB yang berlandaskan Islam serta keindonesiaan.
Presiden mengapresiasi komitmen PBB dalam menjaga persatuan bangsa. Dia menilai, meskipun PBB identik sebagai partai Islam, tapi kadernya berjiwa nasionalis.
“Terima kasih keislaman dan keindonesiaan jadi nafas PBB dalam berpartai,” ujar
Jokowi.
Baca juga: Jokowi Dukung Yusril Sebagai Capres: Ini Serius! Presiden mengingatkan bahwa sebentar lagi Indonesia akan memasuki tahun politik pada 2024. Dia mengajak kader PBB dan masyarakat menjaga persatuan dan persaudaraan.
“Masuk ke tahun politik yang tinggal satu tahun lagi betul-betul harus kita jaga dengan baik, stabilitas politik dan keamanan sehingga tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi,” tutur Presiden.
Mantan Wali Kota Solo ini berharap pesta demokrasi 2024 tidak dicemari politik identitas. Menurutnya, politik identitas rentan memecah belah masyarakat yang berdampak pada stabilitas nasional.
“Kita harapkan dalam kontestasi politik, Pilpres maupun Pileg saya selalu titip jangan menggunakan politik identitas,” tuturnya.
Jokowi menyatakan, sekarang bukan eranya lagi politik gontok-gontokan. Saat ini adalah erannya aadu gagasan, kontestasi program, dan adu ide.
Baca juga: Jaga Demokrasi, 8 Fraksi DPR Tolak Pemilu Proporsional Tertutup “Saya setuju apa yang disampaikan
Prof Yusril bahwa kita semuanya harus jaga persatuan. Jangan mengorbankan kepentingan bangsa untuk kepentingan pribadi, untuk kepentingan partai dan yang lain-lainnya,” katanya.
"Mari kita bersama-sama kalau menang itu menang lah dengan intelek, kalau menang itu menang lah dengan santun dan kalau kita ingin menang, menang lah kita dengan cara-cara yang bersahabat,” imbuhnya.
(sof)