LANGIT7.ID - , Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (
Kemenkominfo) memblokir tujuh laman (website)
jual beli organ tubuh dan lima media sosial yang mengandung konten tersebut.
Hal ini dilakukan guna menindaklanjuti permintaan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
"Betul kemarin malam kita blokir," kata Direktur Jenderal Informasi Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo Usman Kansong dikutip dari Antara, Sabtu (14/1/2022).
Baca juga: Cegah Siswa Nyontek, Sekolah di New York Blokir ChatGPTWebsite itu diblokir dengan dasar UU nomor 19 tahun 2016 pasal 40 (2a) dan (2b) tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Adapum Dasar hukum lainnya yang menguatkan penutupan akses ke situs-situs tersebut ialah Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 192 jo Pasal 64 ayat (3) membahas mengenai pelanggaran terkait penjualan organ tubuh manusia.
Detilnya, tiga website diblokir pada Kamis (12/1/2022) dan empat lagi diputus aksesnya pada Jumat (13/1/2022).
Penutupan situs web itu merupakan tindak lanjut dari kasus dua remaja yang melakukan pembunuhan untuk penjualan organ tubuh. Kedua pelaku, A (17) dan MF (14) melakukan pembunuhan pada seorang anak kecil berinisial MFS (10).
Keduanya mengaku melakukan perbuatan keji tersebut karena tergiur iklan mengenai jual beli organ tubuh yang ditemuinya di internet.
Usman mengatakan ke depannya Kemenkominfo akan mengintensifkan penutupan dan blokir ke situs-situs website dengan konten negatif termasuk jual beli organ tubuh yang jelas melanggar regulasi.
Baca juga: Mengenal Z-Library, Situs Penyedia Jutaan E-Book Gratis yang Diblokir FBI"Betul, jadi kita intensifkan patroli siber karena jual beli organ tubuh melanggar UU Kesehatan yang mengatakan jual beli organ tubuh dengan alasan apa pun dilarang," katanya.
Selain tujuh website dimaksud, Kemenkominfo juga memutus akses ke lima grup di media sosial yang mengandung konten jual beli organ manusia.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel A Pangerapan menyebutkan temuan analisis tim bahwa seluruh situs web yang diblokir berasal dari luar negeri.
Semuel mengajak masyarakat untuk melapor kepada Kemenkominfo apabila menemukan situs sejenis sehingga bisa ditangani sesuai undang-undang yang berlaku.
"Peran masyarakat penting untuk membantu penyidikan. Dan kami mengharapkan masyarakat dapat melaporkan lewat aduankonten.id," tutur Semuel.
Baca juga: Kominfo Ungkap Sejumlah Hambatan Blokir Situs Judi Online(est)