LANGIT7.ID, Jakarta - Kontestan Liga Italia, resmi Juventus dihukum pengurangan 15 poin. Sanksi itu diberikan kepada
Bianconeri dalam kasus pemalsuan nilai transfer dan keuntungan modal.
Dilansir ANSA dari
Football Italia, Sabtu (21/1/2023), Jaksa
FIGC Giuseppe Chine meminta Pengadilan Banding Federal untuk membuka kembali proses terhadap Juventus. Menyusul pengungkapan baru dari investigasi Prisma, yang menganalisis praktik keuangan klub baru-baru ini dan dugaan pembayaran rahasia pemain yang disetujui selama tahap awal pandemi Covid-19.
Pengadilan Banding Federal telah menerima kasus Chine dan membuka kembali proses olahraga melawan Juventus dan direktur eksekutif mereka. Hal ini untuk membersihkan klub lain yang terlibat, termasuk Sampdoria, Empoli, Genoa, Parma, Pisa, Pescara, Pro Vercelli dan Novara.
Baca Juga: Diduga Terlibat Pemalsuan Laporan Keuangan, Semua Direksi Juventus MundurChine telah meminta pengurangan sembilan poin untuk Juventus serta skorsing untuk Andrea Agnelli, Fabio Paratici, Federico Cherubini dan dewan direksi lainnya. Pengadilan Banding Federal memutuskan memberikan
Bianconeri penalti 15 poin dan menempatkan mereka pada 22 poin di liga.
Sanksi ini tidak terkait dengan investigasi Prisma atau pemeriksaannya atas dugaan perjanjian pembayaran rahasia antara klub dan pemainnya selama tahap awal
pandemi Covid-19.
Juventus dapat mengajukan banding atas keputusan ini ke Collegio di Garanzia dello Sport di CONI. Alasan di balik keputusan ini akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang.
Baca Juga:
Fantastis, Kerugian Inter Milan Musim Lalu Capai Rp 2 Triliunan
16 Direktur Juventus Diperiksa Terkait Tuduhan Pemalsuan Dokumen(gar)