LANGIT7.ID, Jakarta - Skin barrier atau lapisan penghalang
kulit sehat dan utuh merupakan hal paling penting. Pasalnya, apabila skin barrier rusak dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan kulit, seperti jerawat, penuaan, kulit bersisik, dan lainnya.
Skin barrier merupakan salah satu lapisan kulit paling luar atau stratum korneum. Sejauh ini, masih banyak belum mengetahui apa itu skin barrier dan bagaimana cara merawatnya.
Melansir dari
Healthline, Senin (30/1/2023), skin barrier terdiri dari sel-sel kulit keras disebut
corneocytes terikat bersama lipid seperti mortar. Dalam sel kulit, terdapat keratin dan pelembab alami, seperti lapisan lipid mengandung kolesterol, asam lemak, dan
ceramide.
Baca Juga: Jaga Kesehatan Rambut, Baiknya Tak Keramas Setiap HariLapisan tipis ini berfungsi melindungi kulit dari radikal bebas yang memiliki dampak buruk bagi kulit. Tanpa skin barrier, air di dalam tubuh akan keluar dan menguap, sehingga membuat
dehidrasi.
Sejatinya, setiap hari kulit berusaha bertahan dari ancaman. Aktivitas harian di luar rumah membuat kulit terkena debu, dan partikel kotoran lainnya.
Beberapa faktor eksternal dan internal dapat memengaruhi skin barrier, meliputi lingkungan yang terlalu lembap atau terlalu kering. Selain itu, alergen, iritan, dan polutan juga dapat merusak lapisan pelindung kulit.
Paparan sinar matahari terlalu sering turut memengaruhi ketahanan skin barrier. Selain itu, penggunaan
skincare dengan
over-exfoliation atau
over-washing sangat memengaruhi skin barrier karena berpotensi lapisan kulit mengelupas.
Adapun faktor dari dalam memengaruhi skin barrier antara lain tekanan psikologis serta faktor genetik yang mungkin membuat kulit lebih rentan terhadap dermatitis atopik dan psoriasis.
Baca Juga: Dewy Look Makeup Bikin Wajah Fresh dan Glowing, Ini TutorialnyaCiri-ciri skin barrier rusak meliputi, kulit kering dan bersisik, gatal, permukaan kulit kasar atau berubah warna, jerawat, muncul area sensitif atau meradang, dan bakteri, virus, serta infeksi jamur pada kulit.
Mengingat pentingnya menjaga skin barrier, perlu dilakukan upaya melindungi kulit agar tak mudah jerawatan. Saat penggunaan skincare, pastikan lapisan kulit halus memiliki pH sekitar 4,7.
Peneliti merekomendasikan pembersihan kulit wajah dengan produk yang memiliki pH antara 4.0 dan 5.0. Menjaga pH membantu melindungi dari dermatitis, ichthyosis, jerawat, dan infeksi Candida albicans. Adapun perawatan alami, perlu penggunaan minyak nabati untuk memiliki efek antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan.
Anda bisa mencobanya dengan minyak jojoba, kelapa, almond, argan, borage, dan minyak bunga matahari. Cukup mengoleskan krim yang mengandung minyak-minyak tersebut ke telapak tangan lalu pijat dengan lembut ke kulit sampai terserap.
Baca Juga:
Tampil Segar Seharian, Ini Step by Step Daily Makeup ala MUA Nobita
Memahami 5 Beauty Hack yang Viral di TikTok(gar)