LANGIT7.ID - Pagi adalah momen berharga untuk memulai beraktivitas. Tapi bila tidak dikelola dengan baik, pagi yang seharusnya menyegarkan tubuh dan pikiran, jadi terkesan 'memberatkan'.
Dokter bedah Inggris, Karan Rangarjan, menyampaikan kebiasaan yang malah menyedot energi dan bikin tubuh gampang lelah di pagi hari lewat video di media sosial, TikTok.
Ia menyebut ada tiga kesalahan umum yang kerap dilakukan, pertama adalah mematikan tombol
snooze alias tunda pada alarm.
Menurut praktisi medis yang tergabung dalam Badan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), kebiasaan itu justru membuat seseorang sulit bangun dan lebih mengantuk beberapa jam kemudian.
Sebelum bangun pagi, paparnya, seseorang berada pada akhir fase tidur REM (
rapid eye movement).Ketika ia menekan tombol "snooze", sama dengan kembali ke awal siklus tidur REM. Ini membuat tubuh melepaskan lebih banyak hormon yang menyebabkan tidur.
Akibatnya, saat alarm berbunyi 10-15 menit kemudian, tubuh mengalami disorientasi.
"Ketika Anda bangun dari tempat tidur, tubuh penuh dengan bahan kimia tidur yang membuat Anda lelah hingga empat jam," kata Rangarjan kepada 4,1 juta pengikutnya di TikTok.
Padahal, menurutnya, awal siklus tidur bukan waktu yang tepat untuk tersentak bangun oleh bunyi alarm.
Efeknya seseorang merasa menghabiskan tidur malam yang buruk meskipun kualitas tidur seperti bayi sepanjang malam.
Baca Juga:Bukalah Jendela Saat Fajar, Ada Alasan Penting Dibaliknya
Tips Agar Semangat Jalani Pagi dan Produktif Sepanjang HariKemudian ,sosok yang dikenal Dr Raj, itu menyampaikan kesalahan kedua yang juga kerap dilakukan banyak orang, yakni langsung mengecek ponsel begitu terjaga. Kebiasaan itu memicu rasa gelisah karena gelombang otak yang tidak sesuai.
Ketika baru terbangun, ujarnya, otak secara bertahap meningkatkan kewaspadaan dengan cara beralih dari aktivitas gelombang delta ke theta, hingga ke alpha. Langsung memeriksa ponsel artinya melewatkan theta dan alpha, langsung menuju ke gelombang otak berikutnya yang lebih aktif yakni beta bahkan mungkin gamma.
Melewatkan tahapan antara delta dan gamma menurutnya berbahaya, sebab beranjak dari relaksasi intens ke fokus instan pada ponsel.
Tak hanya itu seseorang cenderung memulai hari dengan stres dan suasana hati tidak menyenangkan, entah karena pekerjaan atau situasi hubungan. Produktivitas bisa terdampak.
Kebiasaan umum ketiga adalah minum kopi terlalu pagi. Ini terkait dengan kortisol yang kerap dikenal sebagai hormon stres. Tubuh lebih banyak memproduksi hormon ini saat mengalami stres.
Baca Juga: Begitu Bangun Pagi, Jangan Langsung Minum Kopi
Minuman Pagi Hari Sebaiknya Jangan Tambah GulaKadar kortisol dalam darah bervariasi sepanjang hari, tetapi umumnya paling tinggi sekitar satu jam setelah bangun. Tingkat kortisol maksimum diproduksi antara pukul delapan sampai sembilan pagi.
Rangarjan menginformasikan, secara alami tingkatan itu membuat seseorang lebih segar. Minum kopi di antara waktu tersebut sama saja tidak mendapatkan hasil maksimal dari efek stimulasi kafein.
Bila seseorang minum kopi secara teratur di pagi hari, ada kemungkinan tubuh mulai bergantung padanya, dan dari situlah ketergantungan kafein dimulai. Dengan kata lain, kortisol tidak melakukan tugasnya.
"Sebaiknya, minum kopi ketika tingkat kortisol turun," ujar dosen di Sunderland University itu, memperlihatkan grafik yang menunjukkan puncak kelelahan seseorang lazimnya terjadi pada siang hari.
Kendatipun, para ahli juga memperingatkan agar tidak minum kopi melewati waktu makan siang, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap kafein, agar tak sulit terlelap di malam hari.
(arp)