LANGIT7.ID, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI,
Nurhadi mengingatkan agar semua pihak mewaspadai serta mengantisipasi penularan flu burung. Virus flu burung H5N1 tersebut ditengarai sudah masuk di wilayah Asia Tenggara menyusul temuan kematian gadis berusia 11 tahun di Kamboja beberapa waktu lalu.
Sebagai upaya pencegahan penyebaran kasus
flu burung terhadap manusia, Nurhadi meminta pemerintah bertindak. Hal tersebut dalam rangka membentengi setiap negara, termasuk Indonesia, dari ancaman virus tersebut.
"Kolaborasi antarkementerian dan lembaga, seperti Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Pertanian (Kementan), serta Badan Karantina Pertanian harus diperkuat untuk mengawasi lalu lintas unggas dan orang antarwilayah," kata Nurhadi dalam keterangannya, Rabu (1/3/2023).
Baca Juga: Ilmuwan Coba Bangkitkan Burung Mati Jadi Drone ZombiePolitikus Partai NasDem itu berharap, mekanisme pengawasan di sejumlah tempat seperti peternakan
unggas, pasar hewan, dan tempat tinggal harus ditingkatkan. Bagi yang menemukan kasus kematian tidak wajar terhadap unggas pun diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang.
Nurhadi juga mengimbau kepada para tenaga kesehatan (Nakes) untuk mewaspadai sejumlah gejala flu yang ditemukan. "Pola pengendalian penyebaran penyakit menular dengan melibatkan banyak pihak menuntut soliditas antarkementerian terkait dan masyarakat dalam pelaksanaannya," ujar Nurhadi.
"Nilai-nilai persatuan dan gotong-royong masyarakat yang pernah diterapkan saat pandemi Covid-19, harus mampu dibangkitkan kembali dalam upaya menyegerakan langkah pencegahan yang diperlukan," tutur Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim VII tersebut.
Sebelumnya, pemerintah melalui
Kementerian Kesehatan tengah mewaspadai Kejadian Luar Biasa (KLB) flu burung clade 2.3.4.4b. Meskipun risiko penularan flu burung pada manusia masih sangat rendah.
Baca Juga: DPR Pertanyakan Hasil Dua Kali Vaksinasi Covid-19 Sebelum BoosterHal ini merupakan bentuk kewaspadaan lantaran mutasi virus terjadi secara cepat dan konsisten di mamalia. Walhasil, virus mempunyai kecenderungan zoonosis dan berpotensi menyebar ke manusia.
"Saat ini memang belum ada laporan penularan ke manusia, tapi kita tetap harus waspada," ungkap Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Maxi Rein Rondonuwu dalam keterangannya.
Kemenkes juga meminta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, kabupaten/Kota dan kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Indonesia untuk berkoordinasi dengan instansi terkait fungsi kesehatan hewan dan sektor terkait lainnya. Koordinasi diperlukan dalam rangka upaya pencegahan dan pengendalian flu burung pada manusia.
Tak hanya persiapan fasilitas kesehatan, Kemenkes juga menyatakan diperlukannya peningkatan kapasitas labkesmas untuk pemeriksaan sampel dari kasus dengan gejala suspek flu burung. Kemudian, kegiatan
surveilans dan Tim gerak Cepat (TGC) untuk mendeteksi sinyal epidemiologi di lapangan juga perlu diintensifkan.
Baca Juga:
Menkes Minta WHO Cabut Status Pandemi, Legislator Ingatkan Varian Kraken
Jokowi Ungkap Empat Langkah Sukses Indonesia Tangani Pandemi
(gar)