LANGIT7.ID - - Sekelompok ilmuwan mencoba membangkitkan burung yang mati untuk diubah menjadi “drone
zombie”. Harapannya, burung yang telah mati bisa terbang kembali dan bekerja sebagai
perangkat drone yang bisa memata-matai.
Selama presentasi proyek di Forum SciTech 2023 Institut Aeronautika dan Astronautika Amerika, ilmuwan menunjukkan bagaimana burung mati dapat diubah menjadi drone. Sayap burung bisa kembali bergerak.
Baca juga: Pencarian Eril, Tim Penyelam dan Drone Dikerahkan Sepanjang SungaiDrone “burung zombie” ini dapat diklasifikasikan sebagai ornithopter. Desain drone burung ini diklaim akan menjadi
alat mata-mata yang lebih sedikit mengandalkan bahan buatan, dan sebaliknya menggunakan tubuh burung mati yang diawetkan sebagai dasar.
Tim peneliti yakin bahwa metode seperti ini bisa menciptakan drone yang membantu para ahli mempelajari kehidupan liar. Sebab, kehadiran drone akan lebih menyatu secara alamiah dengan lingkungan.
Lebih jauh lagi, teknologi seperti ini dapat digunakan dalam aplikasi militer untuk membantu pasukan mengintai musuh. Drone burung zombie dapat menyelinap lebih halus dari biasanya, meskipun masih ada beberapa kendala yang harus diatasi sebelum hal-hal di atas dapat terjadi.
Misalnya, prototipe saat ini masih cukup bising, sedangkan pengujian juga telah membuktikan bahwa drone ini bukan penerbang yang paling efisien dari sudut pandang aerodinamika.
Baca juga: 21 Drone Drone Dilumpuhkan Selama Tes Pramusim MotoGP MandalikaNamun tim sudah melihat contoh penerbangan nyata burung, dan telah menemukan sejumlah faktor yang dapat membantu mendekatkan penerbangan buatan (seperti pada drone) dengan efisiensi yang ditunjukkan oleh burung sebenarnya.
Salah satu contohnya adalah formasi penerbangan, di mana tim mengamati bahwa sambil menggunakan formasi V yang sama dengan burung migrasi, drone dapat mengurangi konsumsi energi mereka hingga 70 persen.
Selain itu, tim telah menemukan bahwa penggantian beberapa komponen gigi pada drone mirip burung ini dapat mengurangi kebisingan dan umur panjang keseluruhan.
"Penelitian ini masih berlanjut, dan kami selalu memikirkan 100 tahun ke depan," kata Mostafa Hassanalian dari New Mexico Tech dikutip Mashable, Sabtu (18/2/2023).
"Jadi, setelah kami mendapatkan navigasi otomatis, pesawat bisa membentuk formasi V dan meniru burung migrasi. Jika kami memprogramnya dengan algoritma kontrol, kami dapat mendapatkan manfaat yang sama seperti burung."
Baca juga: Virus Zombie Berusia 48.000 Tahun Ditemukan, Waspada Ancaman BaruSaat ini, drone burung zombie ini masih terdengar seolah-olah hanya cocok di dalam dunia buku dan film fiksi ilmiah. Namun, kemajuan yang terus berlanjut dalam penelitian semacam ini sangat memungkinkan peneliti melihat sekumpulan burung merpati atau sekawanan gagak di langit dan benar-benar bertanya apakah mereka benar-benar hidup, atau apakah kita sedang diawasi dari kejauhan.
(est)