LANGIT7.ID, Jakarta - Penggunaan
gadget rupanya bisa mempengaruhi keharmonisan rumah tangga. Namun, hal itu tergantung dari positif atau negatifnya seseorang dalam menggunakan gadget.
Wakil Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI, Zahratun Nihayah mengatakan, kecenderungan orang melakukan aktivitas di dunia maya menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan.
"Bahkan terkadang, tidak sedikit kebiasaan tersebut justru mendatangkan masalah dalam hidup," katanya dalam Halaqoh Mingguan Infokom MUI: Panduan Keluarga Sehat Gadget, dikutip Rabu (1/3/2023).
Baca Juga: Ibarat Pisau Bermata Dua, Penggunaan Gadget Mesti Lebih PositifSayangnya, tidak semua orang menyadari dampak positif dan negatif dari penggunaan gadget yang berlebihan. Apalagi hal itu bisa menimbulkan masalah bagi anggota keluarga di rumah. "Ternyata kita semua tidak menyadari secara menyeluruh dampaknya bagi anak, remaja, keluarga, atau bahkan orang dewasa," ujarnya.
Untuk itu, diperlukan kontrol diri terhadap penggunaan gadget untuk anak dan keluarga. Kontrol ini dimaksudkan sebagai pembatasan waktu penggunaan gadget agar orang tidak memiliki keterangan yang berlebih.
"Orang tua harus bercermin, karena terkadang kita sebagai orang tua tidak bisa mengontrol itu. Mereka tidak sadar sudah terlalu asik sendiri dengan gadgetnya, baik untuk membalas chat maupun nonton," ucapnya.
Baca Juga: Efek Negatif Gawai terhadap Anak Harus DicegahDekan Fakultas Psikologi UIN Jakarta itu mengakui, mendidik anak di zaman modern ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Untuk itu diperlukan pemahaman lebih lanjut bagi para orang tua terhadap aktivitas anak-anak mereka.
"Kita perlu mendidik anak berdasarkan zamannya. Termasuk menggunakan pola komunikasi yang tepat dan menyesuaikan dengan zaman saat ini," tuturnya.
Berikut ini empat tips dari Zahratun Nihayah agar penggunaan gadget lebih positif dan meningkatkan keharmonisan dalam
rumah tangga:
1. Membangun komunikasi efektif di lingkungan keluarga;
2. Mengupayakan sosialisasi dan interaksi dengan teman sebaya;
3. Menyibukkan diri dengan aktivitas menarik yang sarat dengan interaksi, komunikasi, dan kerjasama;
4. Memperbanyak menyimak ajaran tentang pentingnya mendidik generasi muda (anak-anak) dengan benar dan bertanggungjawab.
(gar)