Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home edukasi & pesantren detail berita

HNW Ungkap Pendidikan Pesantren Bisa Diterapkan di Rumah, Begini Caranya

Muhajirin Kamis, 26 Agustus 2021 - 20:00 WIB
HNW Ungkap Pendidikan Pesantren Bisa Diterapkan di Rumah, Begini Caranya
Ilustrasi Ayah mengajar anak mengaji (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Badan Wakaf Gontor Dr. KH. Hidayat Nur Wahid (HNW), menerangkan bahwa semestinya pandemi Covid-19 tetap bisa menjadi berkah bagi orang-orang beriman. Pandemi Covid-19 memberikan kesempatan kepada orang tua untuk menjadikan rumah sebagai pesantren bagi anak-anak.

Menerapkan pendidikan ala pesantren di rumah tentu tidak mudah, tapi sangat memungkinkan. Apalagi diterapkan sebaik mungkin, langkah tersebut mampu menghasilkan anak-anak berkualitas dan bermanfaat di tengah masyarakat, sesuai profesi dan keahlian masing-masing.

Bahkan secara historis, banyak pesantren lahir dari rumah. Itu tidak lepas dari kata pondok yang dilekatkan pada pesantren. Sebut saja Pondok Pesantren Tebuireng, awal mula berdiri hanya bangunan kecil yang terbuat dari anyaman bambu atau gedek berukuran 6 x 8 meter.

Di pondok kecil itu, sang pendiri, KH Hasyim Asy’ari mendidik santri-santrinya. Hingga kini, Pesantren Tebuireng tercatat sebagai salah satu lembaga pendidikan yang melahirkan ulama-ulama ternama Tanah Air. Tebuireng bahkan menjadi salah satu sentra perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Hidayat Nur Wahid, setidaknya ada dua catatan penting agar bisa menjadikan rumah layaknya pesantren. Dua poin itu antara lain:

1. Menyadari Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak

HNW menjelaskan, orang tua harus sadar bahwa keluarga adalah institusi pertama dan utama dalam pendidikan anak. Pandemi menyadarkan orang tua tentang konsep tersebut. Mau tidak mau, orang tua tidak bisa lagi menggantungkan sepenuhnya pendidikan anak mereka kepada institusi sekolah maupun institusi masyarakat.

“Dengan adanya corona ini, mengingatkan institusi keluarga tentang kewajibannya. Jadi, jika selama ini cuma menyerahkan sepenuhnya ke pesantren atau sekolah, saat ini tidak. Karena memang yang asasi dalam pendidikan anak adalah orang tua,” terang Hidayat dalam webinar milad PPM Baitussalam, yang disiarkan pula di kanal youtube Hidayat Nur Wahid, Ahad (22/8/2021).

Institusi sekolah maupun pesantren berada di tingkatan kedua. Tentu, pondasi pendidikan dibangun di rumah sebelum menyerahkan ke sekolah. Maka dari itu, orang tua harus meningkatkan kualitas diri, kualitas keilmuan, dan wawasan demi memberikan pendidikan terbaik kepada anaknya.

“Karena peradaban itu dimulai dari rumah. Kalau di rumah solid, maka memudahkan melejitkan peradaban,” ujar HNW.

Selain menambah wawasan keilmuan, orang tua juga harus intens membangun kedekatan kepada anak. Baik kedekatan secara fisik maupun psikis. Dari situ, orang tua bisa menggali potensi anak kemudian mengembangkannya.

“Makanya rumah tangga itu, orang tuanya harus ada dimensi tentang potensi yang bisa digali dan dikembangkan, dan pemahaman tentang pentingnya sosial, kemudian ada visi besar yakni membangun peradaban. Di dalam rumah, penting dihadirkan kondisi seperti itu,” kata Wakil Ketua MPR RI ini.

2. Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter paling baik adalah keteladanan. Orang tua harus memberikan secara intens dan berulang serta dilihat secara langsung keteladanan kepada anak. Keteladanan-keteladanan itulah yang akan tertanam menjadi karakter anak.

“Karena belajar yang paling baik itu adalah melalui percontohan atau keteladanan. Ketika di dalam rumah tangga, maka keteladanan orang tua bisa sepenuhnya didemonstrasikan, diberikan kepada anak-anak,” kata HNW.

Hidayat mencontohkan masalah potensi keagamaan. Di dalam rumah, anak-anak bisa melihat secara langsung aktivitas keagamaan orang tua. Misalnya shalat wajib tepat waktu ditambah ibadah sunnah. Rajin membaca Al-Qur’an dan mengkajinya. Selalu berdzikir dan berdoa.

“Kalau itu yang dilihat oleh anak-anak, akan menghadirkan rumah yang berkah. Ini adalah budaya yang harus selalu diinternalisasikan dalam rumah tangga. Apalagi corona adalah salah satu cara terbaik menghadirkan pendidikan berbasis keteladanan. Dengan begitu, anak anak bisa melejitkan semua potensi yang ada dimiliki,” pungkas HNW.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan