LANGIT7.ID, Jakarta -
Kebakaran Depo Pertamina di Plumpang koja, Jakarta Utara menelan korban jiwa. Sebanyak 17 orang dilaporkan meninggal dunia dan 50 orang mengalami luka bakar.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), menjelaskan, Allah Ta’ala telah memberikan tuntunan bagi hamba-Nya saat ditimpa musibah. Penjelasan tersebut terekam dalam video 1:51 detik saat Buya Yahya menjawab pertanyaan bagaimana karunia dan musibah bagi ahli iman.
“Bagi siapa saja, berimanlah kepada Allah yang menurunkan kepadamu hujan, menjadikan hujan berkah, kemudian Allah juga Maha Kuasa untuk menyiksa, maka jangan sampai kita melanggar Allah,” kata Buya Yahya di salah satu tausiahnya, dikutip Sabtu (4/3/2023).
Baca Juga: Erick Thohir Minta Pertamina segera Usut Terbakarnya Depo PlumpangMenurut Buya Yahya, satu bencana bisa menjadi karunia dan di sisi lain bisa menjadi hukuman dari Allah. Tergantung bagaimana hati setiap hamba melihat bencana tersebut. Bagi orang beriman, bencana adalah ujian untuk meningkatkan keimanan kepada Allah.
“Kadang sesuatu yang terlihat adalah bentuknya sama, bisa jadi bagi seseorang itu adalah karunia dan nikmat, tetapi ternyata dalam waktu yang bersamaan menjadi hukuman dari Allah. itu unik,” ujar Buya Yahya.
Allah bisa menggabungkan kenikmatan dan musibah secara bersamaan, maka, seseorang bisa merasa takut, berharap, senang dan lain sebagainya saat menghadapi musibah. Namun, orang yang bisa mengatasi dan menguasai emosi dan sikap adalah ahli iman.
Baca Juga: Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: 17 Korban Tewas, 50 Alami Luka Bakar“Jika ada gempa yang Allah timpakan kepada seorang ahli iman di dunia bisa dilihat sebagai musibah, tetapi hakikatnya bagi orang yang beriman, tertimpa gempa lalu mati, dia mati dalam keadaan beriman, dia akan mulia,” ujar Buya Yahya.
Saat seseorang bisa bersabar dalam menghadapi musibah, maka itu akan menjadi kebaikan baginya, baik di dunia dan akhirat. Sabar akan mengubah satu musibah menjadi ladang pahala. Hal itulah yang membuat orang beriman selalu melihat musibah sebagai nikmat.
“Semua musibah yang Allah timpakan di dunia akan diganti oleh Allah dengan kebaikan nanti di akhirat, untuk ahli iman, maka musibah baginya juga nikmat, tetapi bagi yang selalu rebut, tidak beriman kepada Allah, maka itu akan menjadi siksa mukaddimah, siksaan sebelum nanti dia disiksa di akhirat,” ungkap Buya Yahya.
(jqf)