Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 15 Januari 2026
home lifestyle muslim detail berita
Hari Perempuan Internasional

Kemuliaan Wanita Karier di Zaman Rasulullah

Muhajirin Rabu, 08 Maret 2023 - 12:20 WIB
Kemuliaan Wanita Karier di Zaman Rasulullah
Ilustrasi muslimah sedang berjalan dengan latar masjid. (Foto: Langit7.id/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap tanggal 8 Maret, masyarakat dunia memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD). Peringatan ini untuk merayakan pencapaian sosial, ekonomi, budaya, dan politik perempuan.

Sebelum gagasan ini lahir pada tahun 90-an, Islam sebenarnya sudah memberikan tempat khusus dan istimewa kepada para perempuan. Banyak wanita karier pada masa Rasulullah yang memiliki peran penting dalam peradaban Islam di muka bumi.

Pendiri Sirah Community Indonesia (SCI), Ustaz Asep Sobari memaparkan, para shahabiyah (sahabat perempuan) Rasulullah memiliki karier utama yakni mendidik generasi Islam. Mereka menjadikan rumah sebagai basis pendidikan. Tak sedikit pula yang memilih berkarier di ruang publik.

Baca Juga: Hari Perempuan Sedunia, Islam Sangat Memuliakan Wanita

"Saat peralihan dari jahiliyyah ke Islam, yang mengajarkan wanita tidaklah banyak. Sehingga Rasulullah sangat mendorong mereka (para wanita) agar mencintai ilmu, dan kelak hasilnya luar biasa," kata Asep Sobari di laman SCI, dikutip Rabu (8/3/2023).

Ibunda Aisyah lebih banyak di rumah, tapi bahasan fikih perempuan banyak bersumber dari beliau. Dia mengader ulama-ulama besar, baik generasi sahabat maupun tabi’in hingga ulama wanita.

Demikian juga dengan Ummu Salamah. Istri Nabi SAW itu membesarkan Hasan Al-Bashri, yang merupakan pelayannya. Pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab, Ummum Salamah ikut serta dalam pengembangan proses pendidikan di Kuttab.

Tak hanya itu, para shahabiyah keluar rumah hanya untuk keperluan penting. Sebut saja Ummu Waraqah Al-Anshariyah, seorang shahabiyah yang diberi lisensi untuk mengajar Al-Qur’an dan mengajarkan kitab suci di rumahnya. Ada pula Asyifa, shahabiyah dari kalangan Muhajirin.

Baca Juga: Alissa Wahid: Hari Ibu Harus Dimaknai Hari Perjuangan Perempuan

Asyifa mendapat lisensi dari Rasulullah untuk mengajarkan ilmu pengobatan. Zainab binti Jahsy berinteraksi di pasar. Dia merupakan istri Nabi SAW yang paling dermawan. Dia memiliki cara bersedekah yang berbeda dari istri nabi yang lain. Dia menyedekahkan harta dari hasil keringatnya sendiri.

Zainab ahli mengolah kulit menjadi produk berguna. Hasil produksi itu dipasarkan sendiri di pasar. Keuntungannya disedekahkan kepada fakir miskin. Dia menekuni bisnis itu bukan sekadar mencari uang saja, tapi untuk bersedekah.

"Pada masa kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Aisyah RA menjadi konsultan para Khulafaur Rasyidin. Itu menjadi alasan Ibunda Aisyah ikut berperan dalam menyelesaikan kasus pembunuhan Utsman bin Affan pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib," ujar Ustaz Asep Sobari.

Pada masa kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq, lanjut Ustaz Asep, Aisyah RA menjadi konsultan para Khulafaur Rasyidin. Hal itu yang menjadi alasan ibunda Aisyah ikut berperan dalam menyelesaikan kasus pembunuhan Utsman bin Affan pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib.

Baca Juga: Peringati Hari Ibu, Wapres: Perempuan Kunci Peradaban Bangsa

Di ranah jihad, wanita pada masa Rasulullah juga punya andil besar. Meski mendapat keringanan berada di rumah dengan janji pahala sama dengan orang berjihad, banyak shahabiyah turut andil dalam peperangan.

Umumnya mereka mengurusi logistik, pengobatan, hingga dalam keadaan mendesak ikut perperang. Asma binti Yazid ikut berperang di Qadisiyah, karena kala itu perang sangat dahsyat. Bahkan, dia uturt membunuh sembilan tentara Romawi.

"Wanita tidak mutlak harus di dalam rumah, dan tidak boleh di ruang publik. Kehadiran wanita di ruang publik pada Batasan tertentu tetap dibutuhkan," tutur Ustaz Asep.

(gar)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 15 Januari 2026
Imsak
04:17
Shubuh
04:27
Dhuhur
12:05
Ashar
15:30
Maghrib
18:18
Isya
19:33
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan