LANGIT7.ID - , Jakarta -
Presiden Joko Widodo menyayangkan masih banyak masyarakat Indonesia yang
berobat ke luar negeri. Ada sekitar dua juta orang berobat ke luar negeri di mana setengahnya mencari layanan kesehatan ke Malaysia.
Jokowi mengatakan, banyaknya masyarakat yang berobat ke luar negeri membuat "Rp165 triliun devisa kita hilang gara-gara itu”.
Baca juga: Muhammadiyah Dirikan Rumah Sakit Lapangan di Hatay TurkiKeluhan ini juga dicuit akun resmi Jokowi yang mendapat respons dari komika Kiky Saputri.
Kiky bercerita terpaksa menerbangkan mertuanya yang mengalami gangguan pendengaran “didiagnosa
stroke kuping” ke Singapura karena faskes di Indonesia tak bisa menangani. Kiky mengatakan, “Disuntik dalamnya malah makin parah pendengarannya”.
“Akhirnya ke RS Spore & diketawain sama dokternya mana ada stroke kuping. Itu cuma flu jadinya bindeng ke telinga & sekarang udah sembuh. Kocak kan?”.
Sebelumnya, keluhan serupa juga disampaikan Menteri Kesehatan,
Budi Gunadi Sadikin saat memperingati
Hari Penyakit Langka Sedunia. Menkes merasa malu banyak WNI berobat ke luar negeri.
"Jadi Menteri Kesehatan, kayaknya kita gagal juga,” kata Budi Gunadi saat berbicara pada peringatan Hari Penyakit Langka Sedunia (HPLS), Selasa (28/2/2023) lalu.
Baca juga: Soal Pamer Harta, Jokowi Tekankan Para Pejabat Fokus Emban TugasGuna mengatasi keterbatasan faskes dan agar orang-orang tidak lari ke luar negeri, Jokowi mendorong dibangunnya rumah sakit bertaraf internasional. Jokowi tak menampik memang layanan kesehatan di Indonesia belum maksimal.
“Dokter spesialisnya masih kurang atau dokter yang punya subspesialis masih sangat kurang,” kata Jokowi pada Peresmian Mayapada Hospital Bandung, di Kota Bandung, Jawa Barat, 6 Maret 2023.
Jokowi meminta Menteri Kesehatan mengurus masalah kurangnya tenaga kesehatan spesialis ini. Alkes dan ruang fisik sudah banyak yang bagus, tapi masih banyak juga yang belum bagus, dan ia meminta itu yang harus diperbaiki.
“Saya minta tadi juga kepada Pak Menkes, nanti akan saya sampaikan ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga, untuk pendidikan dokter spesialis agar dibanyakin dan dimudahkan. Sehingga, masyarakat kita betul-betul semuanya yang sakit bisa tertangani.”
Baca juga: Ungkap Hasil Audit 22 Stadion Bola, Jokowi: 5 Rusak Berat(est)