LANGIT7.ID, Jakarta - Banyak pencari kebahagiaan dengan memilih jalan pintas, yakni narkoba. Sialnya, sebagian dari mereka publik figur yang secara ekonomi memiliki banyak pilihan dalam mencapai kebahagiaan.
Kebahagiaan yang dimaksud tentunya yang positif dan sesuai dengan norma adat serta hukum agama. Namun, faktanya media pemberitaan bertubi-tubi menayangkan publik figur secara bergantian tertangkap karena mengonsumsi narkotika.
Orang yang mengomsumsi narkotika atau narkoba memiki banyak alasan. Ada yang karena dirundung masalah sehingga mengurangi kebahagiaan atau mencari sumber kebahagiaan dengan menghilangkan akal sehat.
Founder Al-Fahmu Institute Ustaz Fahmi Salim menegaskan, cara tersebut keliru dan salah besar. Islam memiliki dan menunjukkan cara-cara mendapatkan kebahagiaan tanpa harus merusak diri dengan barang terlarang.
"Menikmati hidup itu bisa dilakukan dengn cara banyak mensyukuri nikmat dan karunia dari Allah SWT. Kalau kita dikasi kesehatan, kekayaan, syukuri nikmat itu dengan banyak berinfak, banyak bersedekah. Kemudian menjaga nikmat kesehatan yang Allah berikan itu dengan menjaga tubuh dengan olahraga, menjaga akal kita dengan bacaan yang sehat, dengan fikiran jernih. Olah raga dan olah otak," kata Ustaz Fahmi Salim kepada
LANGIT7.ID, Kamis (8/7/2021).
Dalam Al-Quran, Allah SWT juga menunjukkan cara mencari kebahagiaan dengan berwisata. Seperti termaktub dalam Surat Muhammad ayat 10, Al-Mulk ayat 15, hingga Surat Lukman ayat 31. Ustaz Fahmi Salim mengatakan, melalui ayat-ayat tersebut Allah memerintahkan hamba-Nya melakukan perjalanan ke segala penjuru dunia.
"Menikmati hidup dengan wisata; wisata ruhani, wisata edukasi, wisata religi, wisata
tadabbur alam. Itu cara menikmati hidup sesuai tuntunan Al-Quran. Itu cara menikmati hidup tanpa kita melanggar larangan dan aturan Allah. Jadi, kita menghadirkan kebahagiaan sesuai dengan Al-Quran, bukan dengan cara yang munkar," ucapnya.
Lulusan Al-Azhar Kairo, Mesir itu menegaskan, kebahagiaan tidak bisa diraih dengan maksiat. Prinsip dalam Islam, kebahagiaan hanya bisa didapatkan dengan cara mengikuti aturan Allah. Semua hukum yang ada dalam Alquran dan Sunnah itu mengandung kebahagiaan, tidak ada kesengsaraan.
Penyebab Seseorang Konsumsi Narkoba dan SolusinyaUstaz Fahmi Salim lalu memaparkan beberapa penyebab utama seseorang bisa terjebak menggunakan narkotika, atau pun terjebak ke dalam lingkungan tidak benar. Faktor-faktor bagi mereka yang berada di kalangan menengah ke bawah terjerat narkoba:
1. KemiskinanUstaz Fahmi Salim mengatakan, banyak rakyat kecil dari kalangan remaja hingga dewasa terjebak ke dalam pergaulan bebas karena himpitan ekonomi. Masalah tersebut berimbas pada pendidikan terhadap anak tidak memadai. Maka itu, kata dia, kemiskinan harus diperangi, sebab bisa mempengaruhi pola pergaulan dan lingkungan sosial dari kalangan menengah ke bawah.
"Misalnya rumahnya kecil. Isinya enam orang, atau lebih, tidak layak, jadi sumpek, akhirnya cari pergaulan di luar. Itu banyak terjadi di kalangan rakyat kecil," ucapnya.
2. Minim Kasih Sayang Orang TuaPenyebab lain adalah pola pendidikan orang tua yang keliru. Misalnya, kata dia, anak-anak tidak mendapatkan perhatian orang tuanya. Ada kaidah yang menyebutkan, anak perempuan harusnya dengan ibunya 75 persen, dengan ayahnya 25 persen. Anak laki-laki harus dekat dengan ayahnya 75 persen, dengan ibu 25 persen.
Anak laki-laki harus mendapatkan kasih sayang seorang ibu agar bisa berempati kepada perempuan. Anak perempuan harus mendapat kasih sayang ayah agar bisa mendapatkan keteladanan. Ini karena anak perempuan mencari figur laki-laki dengan karakter kuat seperti bapaknya.
Masalah akan muncul jika anak tidak mendapatkan kasih sayang orang tua. Dia akan terjebak pada pergaulan bebas. Ketika tidak mendapatkan keteladanan dan figur ayah, maka anak akan mencari dari orang lain atau orang yang tidak jelas. Sangat mungkin mereka mengidolakan bandar narkoba dan pejudi.
"Ketika anak tidak mendapatkan sandaran bahu dan pelukan orang tua, maka anak itu akan mencari sandaran dan perhatian dari orang lain. ini sangat berbahaya," ujarnya.
3. Minim Pendidikan AgamaPenyebab lain adalah minim pendidikan agama. Dalam hal ini orang tua paling bertanggung jawab. Menurut Ustaz Fahmi Salim, pendidikan agama harus dari orang tua.
"Tidak bisa mengandalkan sekolah, tidak bisa mengandalkan pemerintah, atau media media tv, karena media-media dominan tidak disi konten agama. Jadi anak mencari sendiri. Maka itu, harus bimbingan orang tua," ungkapnya.
(asf)