Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Awal Ramadhan Bisa Serentak tapi Idul Fitri Beda-Beda

fajar adhitya Jum'at, 17 Maret 2023 - 19:21 WIB
Awal Ramadhan Bisa Serentak tapi Idul Fitri Beda-Beda
Petugas meneropong posisi hilal saat kegiatan rukyat hilal di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pada 21 Juli 2020. Foto: Antara/Saiful Bahri.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Biasanya ada perbedaan penetapan awal Ramadhan dan Idul Fitri antara pemerintah dan sejumlah ormas Islam. Namun, menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), awal Ramadhan 2023/1444 Hijriah berpotensi serentak menurut ilmu astronomi.

Menurut Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, Thomas Djamaluddin awal Ramadan bisa saja sama.

Baca juga: Kriteria MABIMS, Penentu Baru Awal Bulan Hijriyah Penyebab Perbedaan Idul Adha

"Apabila saat Maghrib 22 Maret 2023 di Indonesia posisi bulan sudah memenuhi kriteria baru Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), dengan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat dan sudah memenuhi kriteria Wujudul Hilal [WH]. Jadi seragam versi [3-6,4] dan [WH] bahwa 1 Ramadhan 1444 pada 23 Maret 2023," kata Thomas dikutip laman resmi BRIN, Jumat (17/3/2023).

Ia menjelaskan, bahwa kriteria hilal yang diadopsi berdasarkan pada dalil hukum agama tentang awal bulan dan hasil kajian astronomis yang sahih. Sementara itu, di sisi lain ada potensi perbedaan Idul Fitri tahun ini.

Hal itu karena saat Maghrib, 20 April 2023, ada potensi di Indonesia posisi bulan belum memenuhi kriteria baru MABIMS, yaitu tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Namun, posisi bulan itu sudah memenuhi kriteria wujudul hilal.

Baca juga: Kemenag: Hilal Awal Syawal di Indonesia Penuhi Kriteria Baru MABIMS

“Apabila merujuk kriteria baru MABIMS, maka lebaran jatuh pada 22 April 2023, sedangkan bila merujuk wujudul hilal, 1 Syawal 1444 Hijriah jatuh pada 21 April 2023," bebernya.

Thomas menambahkan, perlunya kesepakatan soal kriteria dalam penentuan awal Hijriyah. Penentuan awal bulan memerlukan kriteria agar bisa disepakati bersama.

“Rukyat memerlukan verifikasi kriteria untuk menghindari kemungkinan rukyat keliru," terangnya.

"Hisab tidak bisa menentukan masuknya awal bulan tanpa adanya kriteria. Sehingga kriteria menjadi dasar pembuatan kalender berbasis hisab yang dapat digunakan dalam prakiraan rukyat," ujar Thomas.

Baca juga: Hilal Awal Syawal Penuhi Kriteria Mabims, Lebaran Diprediksi Jatuh 2 Mei

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)