LANGIT7.ID, Jakarta - Bagi para pecinta
kopi, kebiasaan minum kopi sudah menjadi minuman harian yang tak bisa dilepaskan begitu saja. Saat Ramadhan, kebiasaan minum kopi di pagi atau siang harus berubah mengikuti jadwal puasa.
Kafein kopi yang bisa merangsang pelepasan asam lambung akan sangat berbahaya bila dikonsumsi dengan perut kosong. Selain itu, kopi yang bersifat diuretik juga bisa memicu pengeluaran carian tubuh yang menyebabkan
dehidrasi.
Karenanya, penting untuk mengetahui waktu minum kopi yang tepat agar tidak mengganggu proses puasa dan kesehatan tubuh. Utamanya dengan mengetahui waktu yang tepat, kopi bisa dinikmati tanpa khawatir dampak dehidrasi dan asam lambung.
Baca Juga: Kerennya Puasa Ramadhan, Beri Banyak Manfaat untuk KesehatanAhli urologi, dr. Akhada Maulana memaparkan waktu yang tepat untuk meminum kopi. Menurutnya, waktu yang tepat minum kopi selama bulan
puasa adalah selepas Isya.
"Jangan minum kopi selepas sahur karena akan memicu ginjal memproduksi banyak urine. Sehingga akan menambah produksi dan frekuensi kencing setelah shalat subuh," kata Akhada dikutip dari penjelasannya di Twitter, Kamis (23/3/2023).
Kopi yang memicu dehidrasi justru akan membuat seseorang menjalani puasa dengan diliputi kondisi lemas. Kopi juga bisa dinikmati selepas salat tarawih setelah makan atau sambil ngemil.
Ahli nutrisi lainnya juga tidak menyarankan minum kopi segera saat waktu berbuka tiba. Perut kosong yang disiram kopi akan membuat asam lambung naik dan berbahaya bagi pencernaan.
Baca Juga: Kabar Gembira, Kopi Bisa Perbaiki Mood dan Turunkan Berat BadanWaktu terbaik lainnya untuk minum kopi saat bulan puasa adalah beberapa jam setelah santap berbuka. Lambung akan lebih siap menerima kopi satu hingga dua jam setelah berbuka puasa.
Mengonsumsi kafein dalam jumlah sedang setiap hari dianggap aman. Jadi, orang dewasa yang sehat harus membatasi asupan kafein mereka hingga 400mg setara 4 cangkir kopi atau 8 cangkir teh hitam per hari.
Ini adalah jumlah yang dianggap aman tanpa efek berbahaya menurut Health Canada, FDA AS, dan Otoritas Keamanan Pangan Eropa.
Baca Juga: 7 Tips Minum Kopi Lebih Sehat, Jangan Pakai Gula(gar)