LANGIT7.ID-, Jakarta- - Ahli Robotik dan Dosen Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada (UGM), Ahmad Ataka Awwalur Rizqi, menjelaskan,
Artificial Intelligence (AI) merupakan teknologi mutakhir. AI dapat membantu berbagai pekerjaan manusia, termasuk sebagai alat berdakwah.
Artificial Intelligence saat ini merupakan teknologi yang bqik kalau diberi data yang bagus. Maka itu, tugas dai milenial saat ini adalah berkontribusi dalam memberikan data sesuai syariat Islam dalam teknologi AI.
"Contohnya, dalam hadith GPT data yang diberikan yaitu terjemahan hadis sehingga data yang dikeluarkan kurang pas," kata Ahmad acara pelepasan Wisudawan periode April 2024 di Amphitarium Lt. 9 Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dikutip laman resmi Muhammadiyah, Sabtu (20/5/2023).
Berdasarkan hal tersebut, tantangan penggunaan AI bertumpu pada data yang harus akurat. “Jika datanya bias maka AI-nya akan bias juga,” terangnya.
Sementara, dari sisi peluang pengembangan, AI ini sangat bisa digunakan dalam berdakwah sebagai alat dalam menyebarkan informasi tentang agama Islam.
“Peluangnya sangat besar sebagai alat bantu (asisten teknologi),” ucap Ahmad.
Baca juga:
Menparekraf Harap Santri Digitalpreneur Pahami Branding dalam Pemasaran Produk EkrafDia berhadap AI dapat digunakan dengan cerdas dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Teknologi AI ibarat pisau, tergantung cara manusia menggunakan dan memanfaatkannya.
“Terlepas dari plus minus yang ada, semoga AI ini dapat memberikan maslahat bagi banyak orang dan gunakan AI ini dengan cerdas, karena AI ini mirip dengan tools-tools manusia, misal pisau yang digunakan di dapur tapi ini bisa juga dipakai untuk kejahatan,” ujar Ahmad.
(ori)