LANGIT7.ID-, Jakarta- -
Jemaah haji Indonesia harus menyesuaikan temperatur atau perbedaan cuaca dengan Arab Saudi. Perbedaan suhu ini bisa mempengaruhi kondisi kesehatan para jemaah.
Anggota Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Sumenep, Jawa Timur, dr H Slamet Riadi, mengatakan kondisi cuaca dan suhu siang hari di Madinah mencapai 27-43 derajat Celcius. Sedangkan di Makkah 28-45 derajat Celcius.
Slamet mengimbau agar jemaah mewaspadai bahaya heat stroke atau serangan stroke karena sengatan panas.
"Yang harus dilakukan adalah sering-seringlah minum, jangan menunggu haus. Upayakan 300 cc (1 gelas) per jam. Minimal 5-6 liter per hari. Beri oralit di botol minum. Semprotkan air botol ke wajah. Gunakan masker basah, pakaian longgar dan pakai kaos kaki," ujarnya.
Baca juga:
Momen Gus Mus Tahlil di Makam Tokoh Muhammadiyah Buya Syafi'i Ma'arifDia mengimbau calon jamaah haji untuk memperbanyak minum air agar tidak mengalami dehidrasi atau kekurangan air dalam tubuh yang menyebabkan mimisan, tubuh lemas, pusing dan mudah luka.
"Pastikan perlengkapan lengkap di cuaca panas. Misalnya payung, kacamata hitam, semprotan air yang berisi air mineral, alas kaki dengan tali belakang, masker, tas transport yang berisi dapih A, KKJH, snack, kurma, obat-obatan. Untuk tas kresek untuk menyimpan sandal dan pelembab," ungkapnya mengutip NU Online, Minggu (28/5/2023).
Untuk membuat tubuh senantiasa dalam keadaan prima, kata dr Slamet, jangan lupa mengurangi minum kopi agar tidak mudah dehidrasi. "Makanlah sayur dan buah. Perhatikan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan dan menghindari merokok," ujarnya.
"Ingat, makanan yang didapat ada masa berlakunya. Jangan dimakan bila lebih dari waktu yang tertera atau kadaluarsa," lanjutnya.
Baca juga:
Tahajud dan Baca Quran Resep Harun Calhaj Tertua Sehat hingga Usia 119 TahunSlamet menegaskan pada calon jamaah agar menghindari bahaya cuaca panas. Bila bibir pecah-pecah, pencegahannya adalah menggunakan pelembab bibir sesering mungkin. Konsumsi buah dan sayur yang cukup, dan sering membasahi bibir dengan air minum.
Bila kulit kering dan gatal, pencegahannnya yaitu menyemprotkan air di daerah yang terkena panas sesering mungkin dan gunakan pelembab kulit.
"Jika mimisan pencegahannya, sering-seringlah membasahi masker dan menyemprotkan air ke arah wajah. Tenggorokan kering dan gatal pencegahannya, sering-seringlah membasahi tenggorokan dengan air minum. Kaki melepuh pencegahannya, selalu memakai alas kaki dan membawa kantong untuk menyimpannya. Bawa sendiri dan tidak disimpan di luar masjid," tandasnya.
(ori)