LANGIT7.ID-, Jakarta- -
Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima. Menjadi haji yang mabrur tentu menjadi impian bagi setiap umat Islam yang berangkat ke Tanah Suci. Namun, untuk mencapai derajat haji mabrur bukan perkara mudah.
Haji mabrur merupakan ibadah haji yang diterima dan diridhai oleh Allah SWT. Itu karena ibadah haji telah dilaukan dengan baik dan benar serta bekal yang halal, suci, dan juga bersih.
Berikut ini tujuh tips agar seorang muslim bisa mencapai derajat haji dari Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma'arif (Buya Yahya):
Baca juga:
Pebasket Amerika Masuk Islam Usai Bermain di Palestina1. Niat yang Benar
Seorang muslim yang berangkat ke Tanah Suci harus memiliki niat yang benar, yakni tulus dan ikhlas. Dalam menunaikan ibadah haji, Buya Yahya mengingatkan agar niat hanya semata-mata karena Allah SWT, bukan karena tujuan duniawi semata.
Selain niat yang benar, Buya Yahya menyarankan untuk menyiapkan segala sesuatu dengan baik, terutama materi yang akan digunakan. Harta yang digunakan saat berhaji harus diperoleh dengan cara yang halal.
"Karena dengan menunaikan ibadah haji dengan harta yang halal, maka perjalanan haji yang dilakukan bisa diterima oleh Allah SWT," ujar Buya Yahya dalam satu tausiahnya yang disiarkan secara daring, Kamis (22/6/2023).
2. Menjaga Kemurnian Hati
Ibadah haji bukan hanya ritual semata, namun juga harus diiringin dengan memberisihkan hati dan menjaga kesucian jiwa. Maka itu, dalam menunaikan ibadah haji beberapa hal yang harus dihindari seperti sikap sombong atau merasa lebih baik dari orang lain terutama saat sudah menunaikan ibadah haji nanti.
"Tetaplah rendah hati dan berperilaku baik serta penuh kasih sayang terhadap sesama. Jagalah kesucian hati dari godaan dan nafsu-nafsu negatif yang dapat merusak keikhlasan ibadah," ujar Buya Yahya.
3. Menghilangkan Sikap Sombong
Ibadah haji merupakan ujian ketakwaan dan kesabaran yang besar. Selama menunaikan ibadah haji, jamaah haji tidak boleh membiarkan kesombongan menghinggapi hati. Kesombongan saat menunaikan ibadah haji tersebut bisa dalam bentuk bangga, karena telah berada di luar negeri atau memiliki kekayaan yang memadai sehingga bisa menunaikan ibadah haji.
"Ingatlah bahwa haji adalah ibadah yang sama pentingnya dengan ibadah-ibadah lainnya dalam Islam, jangan biarkan kesombongan merusak kebaikan yang telah dicapai melalui perjalanan suci ini," ungkap Buya Yahya.
Baca juga:
Kebahagiaan Masmuchibah, Jemaah Haji Tertua yang Diberangkatkan SIG ke Tanah Suci4. Perkuat Iman dan Kejujuran
Dalam menunaikan haji, jamaah haji harus memperkuat iman dan kejujuran dalam diri. Salah satu cara untuk menjaga kebersihan hati dengan memaaftkan dan berbuat baik kepada sesama.
"Cintailah dan hargailah saudara seiman, dan janganlah melakukan perbuatan yang merugikan orang lain," kata Buya Yahya. Itu karena perilaku yang jujur dan tulus akan menjadikan ibadah haji sebagai memontum untuk transfortasi diri yang sejati.
5. Mengisi Hati dengan Kebaikan.
Jamaah haji diimbai selalu mengisi hati dengan kebaikan. Maka itu, selama menunaikan ibadah haji, hati kita harus sellau diisi dengan kebaikan dan ketulusan.
Dalam melaksanakan ibadaha haji, selain melaksanakan ritual-ritual haji dengan sungguh-sungguh, Buya Yahya juga menyarankan untuk menjadikan waktu ibadah haji sebagia kesempatan untuk memperdalam pengatahuan agama, berzikir dan membaca Al Qur'an dengan khusuk.
"Isi hati Anda dengan penghayatan dan kecintaan terhadap agama serta ketundukan kepada Allah. Jangan biarkan waktu haji terbuang sia-sia, tetapi manfaatkan setiap momen untuk meningkatkan spiritualitas dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta," ungkap Buya Yahya.
6. Berbuat Baik dan Berbagi dengan Sesama
Dalam melaksanakan ibadah haji bukan hanya tentang diri sendiri, Namun juga tentang berbagi kebaikan kepada sesama. Oleh karena itu, selama menunaikan ibadah haji di tanah suci, dianjurkan untuk membantu jemaah haji lain yang membutuhkan bantuan.
"Jadilah orang yang penuh kebaikan dan membawa manfaat bagi orang lain, sehingga ibadah haji Anda menjadi berkah tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang-orang di sekitar Anda," ungkap Buya Yahya
7. Kembali ke Tanah Air dengan Perubahan yang Nyata
Setelah kembali ke Tanah Air nanti, jamaah haji harus menjaga semangat dan perubahan postif yang didapat saat menuaikan ibadah sampai kehidupan sehari-hari setelah menunaikan ibadah haji.
"Kembali ke rutinitas Anda dengan hati yang penuh kesyukuran dan kesadaran akan tanggung jawab sebagai hamba Allah. Lanjutkan amalan- amalan baik yang Anda lakukan selama haji, seperti salat, berdzikir, bersedekah, dan berbuat kebaikan kepada sesama," tutur Buya Yahya.

(ori)