LANGIT7.ID-, Jakarta- - VIUUM Eyewear kembali melakukan inovasi dengan membawa teknologi, yakni mesin Vision -S 700 dari Essilor sebagai alat pengecekan mata terbaru dan tercanggih di Indonesia.
Chief Growth Officer, Flegon Koen menjelaskan pihaknya resmi berekspansi dan membuka toko baru di Mall Kelapa Gading dengan membawa mesin Vision-S 700 yang memberikan refraksi tingkat akurasi tinggi dan lengkap.
"Jadi kalau kita lihat biasanya orang mau beli kacamata mereka dicek mata terus pilih frame dengan jumlah frame hingga ratusan, sehingga orang bingung," kata Flegon saat ditemui Langit7.id di Mall Kelapa Gading.
Sehingga, kata Flegon, VIUUM Eyeware mencoba untuk memberikan pengalaman baru bagi konsumen untuk memilih kacamata dengan mengunakan beberapa alat teknologi yang disediakan, termasuk 3D face scan.
Bahkan, kata Flegon, melalui 3D face scan ini konsumen dapat melihat rekomendasi ukuran dan bentuk kacamata yang pas dan sesuai, serta menggunakan Artificial Intellegence (AI) untuk memberikan rekomendasu lensa secara otomatis.
"Pertama, dari teknologi 3D face scan. Jadi kita ngescan dulu nih bentuk muka konsumen karena mukannya orang berbeda-beda yah, jadi kita scan dulu diawal," ujarnya.
Setelah itu, hasil dari scan tersebut konsumen akan merekomendasikan ukuran dan bentuk kacamata yang cocok dengan bentuk wajah konsumen.
"Setelah discan menggunakan teknologi 3D face scan baru kami rekomendasikan frame yang cocok. Setelah itu, kita coba rakit di depan konsumen kemudian lanjut untuk cek mata," terangnya.
Menurut Flegon, pengecekan mata ini dilakulan dengan dua cara yaitu objektif dan subjektif menggunakan teknologi pengecekan mata terbaru dan tercanggih di Indonesia.
"Jadi yang berbeda dari toko di Mall Kelapa Gading ini mesin yang kami bawa untuk subjektif adalah mesin Vision-S 700 yang pertama di Indonesia," katanya.
Dia menyatakan, melalui teknologi yang dipakai ini pihaknya hendak mencoba untuk mempermudah konsumen untuk membeli kacamata.
"Untuk harga kacamata sendiri, VIUUM Eyeware memberikan harga mulai dari Rp1,7 juta dengan bahan titanium," ungkap Flegon.
Ke depan, pihaknya berkomitmen untui tidak berhenti melakukan inovasi, terlebih dalam melahirkan teknologi pengecekan mata di Indonesia. "Pokoknya dari kami adalah tidak akan berhenti untuk terus berinovasi," tegas Flegon.
(ori)