LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kreator digital Jovi Adhiguna Hunter dikecam warganet usai makan bakso yang dicampurnya dengan kerupuk babi di outlet Baso A Fung di Bandara Ngurah Rai. Padahal, restoran Baso A Fung diketahui sudah memiliki sertifikat halal.
Respons masyarakat pun ditanggapi Jovi melalui permintaan maafnya. Jovi mengaku tidak tahu kalau restoran tersebut bersertifikat halal.
Banyak yang tidak memahami bahwa sertifikasi halal restoran atau rumah makan mencakup berbagai aspek. Selain bahan, terdapat juga persyaratan untuk fasilitas produksi yang dijamin tidak ada kontaminasi silang dengan bahan yang haram.
Direktur Utama Lembaga Pengkaji Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Muti, prinsip halal tidak boleh setengah-tengah.
"Makanan halal bisa berubah menjadi haram jika telah tercampur atau terkontaminasi dengan bahan haram, meski dalam jumlah yang sangat kecil," kata Muti, dikutip dari laman LPPOM MUI, Jumat (21/7/2023).
Artinya, seluruh bahan yang digunakan, baik bahan baku, bahan tambahan dan bahan penolong, sekecil apa pun harus dapat dipastikan kehalalannya.
"Begitu juga dengan fasilitas dan peralatan penyajian, hanya dikhususkan untuk menyajikan produk halal," lanjutnya.
Selain bahan baku, fasilitas dan peralatan makan, MUI juga melarang penamaan menggunakan nama-nama yang mengarah kepada suatu yang diharamkan atau kebatilan.
Kemudian, aroma, rasa, dan bentuk produk tidak boleh meniru produk haram atau yang telah dinyatakan haram berdasarkan fatwa MUI.

(ori)