LANGIT7.ID-, Jakarta- - Dalam
surah Ar-Rahman terdapat satu ayat yang diulang-ulang sebanyak 31 kali. Ayat tersebut yakni "
Fa bi`ayyi ala`i rabbikuma tukazziban" yang berarti
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah kamu dustakan?"
Menurut pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir (UBN), Allah SWT menyebutkan banyak nikmat dalam surah tersebut. Nikmat yang dilimpahkan kepada bangsa jin dan manusia, agar mereka bersyukur dan tidak kufur terhadap nikmat-nikmat itu.
"Banyaknya niikmat yang Allah limpahkan itu menunjukkan kekuasaan dan rahmat-Nya yang sudah sepantasnya dijadikan sebagai satu-satunya yang berhak disembah," kata UBN dalam tausiahnya di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, dikutip Rabu (2/8/2023).
Baca juga:
Ciri-Ciri Kuteks Halal, Aman Dipakai saat Wudhu atau SalatUBN mengatakan, ada dua hikmah besar di balik pengulangan ayat tersebut, di antaranya:
1. Pemantapan Pemahaman dan Menambah Penekanan
Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab. Di antara gaya (uslub) dalam bahasa Arab adalah pengulangan (tikrar) untuk menguatkan dan menambah pemahaman terhadap makna yang dimaksudkan.
Imam Al-Suyuti dalam kitab al-Itqan fi 'ulumil Qur'an menyebutkan, di antara hikmah atau manfaat dari pengulangan ayat dalam Al-Qur'an adalah pemantapan dan pemahaman, menambah tekanan terhadap masalah yang dijelaskan, mengingatkan kembali, serta menunjukkan kebesaran dan pentingnya masalah yang dijelaskan.
Imam al-Baghawi saat menafsirkan ayat tersebut menjelaskan, pengulangan ayat itu merupakan penegasan akan nikmat-nikmat Allah dan anjuran untuk selalu mengingat nikmat-nikmat tersebut.
"Gaya pengulangan ini merupakan gaya bangsa arab dalam penyampaian dan untuk memuaskan pendengarnya, di mana di sini Allah menyebutkan nikmat-nikmat-Nya kepada mahluk-Nya dan setiap menyebutkan dua nikmat Allah mengingatkan hamba-Nya untuk selalu mengingat dan tidak mendustakan nikmat-nikmat tersebut," tutur UBN.
2. Penting untuk Selalu Bersyukur kepada Allah
Pengulangan ayat setelah penyebutan setiap nikmat menunjukkan seorang muslim harus selalu bersyukur kepada Allah SWT. Satu nikmat saja patut disyukuri. Apalagi, dalam surah tersebut Allah SWT menjabarkan banyak sekali nikmat.
"Pengulangan ayat ini sehabis penyebutan setiap nikmat dan bukan hanya sekali saja, ini juga menunjukkan bahwa satu saja nikmat dari nikmat yang banyak itu sudah cukup bagi seorang hamba untuk selalu ingat dan bersyukur kepada Allah SWT dan tidak mendustakannya, tanpa harus menunggu dan menghitung nikmat-nikmat Allah lainnya yang tidak akan bisa kita hitung," ungkap UBN.

(ori)