LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid sebagai rumah Allah, merupakan tempat peribadatan khusus ummat Islam. Namun, masjid belakangan belum berfungsi secara penuh terkait beberapa aturan yang diberlakukan dan membatasi jam operasional masjid.
Walikota Bengkulu, Helmi Hasan mengatakan, masjid seharusnya menjadi tempat pelarian dari berbagai problematika kehidupan. Sebagaimana fungsi masjid di zaman Nabi Muhammad SAW, yang membawa keberkahan dan menjadi langkah awal dalam kemerdekaan ummat.
Baca juga: Webinar Langit7.id, Muhamad Ali: Pandemi Jadikan Masyarakat Semakin ReligiusDi masa pandemi Covid-19 saat ini, lanjut Helmi, membawa dampak perubahan yang cukup sulit dirasakan oleh masyarakat. Di mana sektor perekonomian dan kesehatan cukup terpukul akan kejadian ini.
“Maka solusi untuk kembali mendapatkan kebaikan yaitu dengan kembali memakmurkan masjid. Allah janjikan siapa yang memakmurkan masjid, maka negara itu pun akan dimakmurkan oleh Allah. Kalau allah sudah cinta kepada suatu negara tidak mungkin akan ada bencana,” ujarnya di Webinar Muharram Momen: Kebangkitan Ekonomi Umat dari Masjid dan Pesantren, yang diselenggarakan Langit7.id, Senin (30/7).
Menurutnya, dewasa ini banyak orang yang mulai memperindah masjid dengan meninggikan menara, mengganti karpet yang baik, dan lainnya. Namun, semua itu menjadi kurang bernilai jika tujuan utama memakmurkan masjid tidak dilakukan.
Pasalnya, untuk bisa memakmurkan masjid sesuai dengan sunnah Rasulullah, maka harus ada dakwah Ilallah. Di mana masjid dijadikan sebagai wadah untuk membantu sesama, bahkan menyebarkan ajaran Islam.
“Seperti di Bengkulu, kami jadikan rumah dinas sebagai mal layanan publik, termasuk layanan kesehatan di masa pandemi ini. Kini kami pun berkantor di Masjid Agung At Taqwa Bengkulu sebagai tempat pusat pemerintahan,” jelasnya.
Helmi menyebutkan, hal itu dilakukan demi mengembalikan fungsi masjid sebagai tempat berdiskusi untuk berusaha menjawab permasalah ummat. Jika masjid dijadikan sebagai tempat dakwa Ilallah tanpa ada embel-embel kepentingan politik dan lainnya, ia meyakini siapa pun akan senang untuk datang ke masjid.
“Kalau masjid dimakurkan sebagai tempat dakwah Ilallah, dan berdakwah untuk memuji kebesaran Allah, maka siapa pun mau datang dengan tenang dan senang. Sebagaimana ikan senang di dalam air, sebagaimana burung senang di angkasa. Karena fenomena yang ada saat ini adalah anak-anak suka bermain gim, ketika ditanya kenapa tidak ke masjid, jawaban mereka adalah karena masjid tidak menyenangkan,” ungkapnya.
Baca juga: Profil Singkat Masjid Jogokariyan dan Sosok Ustadz Jazir di Balik LayarIa berharap, masjid dapat menjadi salah satu tempat perhikmatan bagi ummat. Sehingga dapat menjawab permasalahan yang ada di sekitar, seperti kelaparan, rezeki, bahkan jodoh sekali pun.
“Kebahagiaan rakyat itu menjadi tugas pemerintah. Untuk itu, melalui masjid diharapkan kita dapat menghidupkan sunnah Rasul, seperti tahajjud, mengaji, zikir dan menjaga wudhu. Sehingga di dalam masjid, baik dinas atau kerja apa pun maka InsyaAllah akan dibantu selesaikan semuanya oleh Allah,” imbuhnya.
(zul)