Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Sering Didengar, Apa Beda Ulama dan Mubaligh?

Muhajirin Rabu, 30 Agustus 2023 - 16:00 WIB
Sering Didengar, Apa Beda Ulama dan Mubaligh?
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus pakar Fikih Kontemporer, KH Ahmad Zahro, menjelaslan, salah satu ciri akhir zaman adalah ulama sedikit tapi jumlah mubaligh banyak.

"Apa bedanya ulama dan mubaligh? Ulama orang yang alim, belum tentu mubaligh. Mubaligh orang yang pintar ngomong, belum tentu alim," ujar KH Zahro dalam salah satu kajiannya secara daring, dikutip Rabu (30/8/2023).

Saat ini, kata dia, orang yang populer adalah orang-orang yang pandai berbicara saja. Bahkan sering tampil di televisi. Orang yang pinter bicara saja belum tentu seorang alim. Menurut dia, ulama adalah orang alim. Tapi, tidak semua ulama pintar berbicara di depan publik.

Baca juga:Viral Rombongan Siswa SD Shalat Berjemaah di Gerbong Kereta

"Kan ngomong biasa ya bisalah, ngomong-ngomongan atau mengajar itu bisa. Tapi kalau ceramah itu memang ada bakat sendiri atau ada keahlian tersendiri. Maka yang bagus adalah alim dan mubaligh," ujar KH Zahro.

Dia mengingatkan agar umat Islam tetap berpegang teguh kepada pendapat ulama. Para ulama adalah orang-orang yang memiliki wawasan luas dan mendalam tentang syariat Islam. Di sisi lain umat Islam harus berhati-hati dengan orang yang hanya pandai berbicara saja, tapi sebenarnya tidak memiliki kedalaman ilmu syariat Islam.

"Untuk akhir zaman memang cocok sekali apa yang sabda Nabi SAW, memberi isyarat kepada kita pada saat akhir zaman nanti akan banyak orang yang pintar ceramah tapi kurang ilmu. Tapi juga akan semakin sedikit jumlah yang warsatul anbiya (ulama), itu yang ulama. Al-ulama yang mewarisi nabi itu adalah ulama yang berilmu, bukan yang pintar ngomong," ujar KH Zahro.

Dia menjelaskan, bukan berarti pintar bicara tidak bagus. Pintar berbicara juga dibutuhkan, tapi harus dibekali dengan ilmu. Seorang muslim tidak dianjurkan menyampaikan sesuatu yang tidak dikuasai. Apalagi kemudian menyalahkan yang lain karena berbeda.

"Prof Dr KH Hamka Haji Abdul Karim Amrullah menyatakan bahwa orang yang mudah menyalahkan pihak lain yang berbeda itu tandanya ilmunya sedikit. Atau mubaligh kok gampang nyalahin. Wong itu tandanya ngajinya belum khatam, sekolahnya belum selesai," ujar KH Zahro.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)