LANGIT7.ID-, Jakarta- - Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus pakar Fikih Kontemporer,
KH Ahmad Zahro, menjelaslan, salah satu ciri akhir zaman adalah ulama sedikit tapi jumlah mubaligh banyak.
"Apa bedanya ulama dan mubaligh? Ulama orang yang alim, belum tentu mubaligh. Mubaligh orang yang pintar ngomong, belum tentu alim," ujar KH Zahro dalam salah satu kajiannya secara daring, dikutip Rabu (30/8/2023).
Saat ini, kata dia, orang yang populer adalah orang-orang yang pandai berbicara saja. Bahkan sering tampil di televisi. Orang yang pinter bicara saja belum tentu seorang alim. Menurut dia, ulama adalah orang alim. Tapi, tidak semua ulama pintar berbicara di depan publik.
Baca juga:
Viral Rombongan Siswa SD Shalat Berjemaah di Gerbong Kereta"Kan ngomong biasa ya bisalah, ngomong-ngomongan atau mengajar itu bisa. Tapi kalau ceramah itu memang ada bakat sendiri atau ada keahlian tersendiri. Maka yang bagus adalah alim dan mubaligh," ujar KH Zahro.
Dia mengingatkan agar umat Islam tetap berpegang teguh kepada pendapat ulama. Para ulama adalah orang-orang yang memiliki wawasan luas dan mendalam tentang syariat Islam. Di sisi lain umat Islam harus berhati-hati dengan orang yang hanya pandai berbicara saja, tapi sebenarnya tidak memiliki kedalaman ilmu syariat Islam.
"Untuk akhir zaman memang cocok sekali apa yang sabda Nabi SAW, memberi isyarat kepada kita pada saat akhir zaman nanti akan banyak orang yang pintar ceramah tapi kurang ilmu. Tapi juga akan semakin sedikit jumlah yang warsatul anbiya (ulama), itu yang ulama. Al-ulama yang mewarisi nabi itu adalah ulama yang berilmu, bukan yang pintar ngomong," ujar KH Zahro.
Dia menjelaskan, bukan berarti pintar bicara tidak bagus. Pintar berbicara juga dibutuhkan, tapi harus dibekali dengan ilmu. Seorang muslim tidak dianjurkan menyampaikan sesuatu yang tidak dikuasai. Apalagi kemudian menyalahkan yang lain karena berbeda.
"Prof Dr KH Hamka Haji Abdul Karim Amrullah menyatakan bahwa orang yang mudah menyalahkan pihak lain yang berbeda itu tandanya ilmunya sedikit. Atau mubaligh kok gampang nyalahin. Wong itu tandanya ngajinya belum khatam, sekolahnya belum selesai," ujar KH Zahro.

(ori)