LANGIT7.ID-, Surabaya- - Mahasiswa dan komunitas perfilman Surabaya, Jawa Timur, diajak praktik secara langsung proses syuting reality show mulai dari hulu ke hilir.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo usai memberikan materi pada "Workshop Syuting Reality Show" di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (22/9/2023) mengatakan para peserta sangat antusias ketika mereka terjun langsung.
Ia melihat situasi dan kondisi di lapangan bagaimana proses syuting reality show 'Bedah Rumah' garapan Asia Media Productions berlangsung.
Ia menilai hal ini menjadi ruang berbagi ilmu dan pengetahuan atau transfer knowledge antara pegiat media dengan para mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan komunitas Asosiasi Perfilman Surabaya.
Baca juga:
Koleksi Busana Sopan Benang Jarum Melenggang di London Fashion Week"Harapannya ketika mereka melihat proses ini, pertama terinspirasi, karena program ini sangat baik. Yang kedua adalah mereka memahami secara teknis dan proses di lapangan sehingga berharga untuk mereka di kemudian hari ketika mereka bekerja," kata Wamenparekraf Angela.
Direktur Produksi Asia Media Productions, Marissa Fissa Tara menjelaskan kepada para peserta workshop, bahwa ada cara tersendiri dalam memilih rumah yang akan dibedah. Mulanya tim produksi melakukan riset mengenai profil rumah dan keluarga terlebih dahulu, apakah sesuai dengan kriteria dan target yang diinginkan. Supaya program ini juga tepat sasaran.
"Kami juga melakukan house tour bersama teman-teman mahasiswa. Dimana mereka melihat sendiri kontruktur rumahnya dan apa yang perlu kita bantu," ujar Marissa.
Kaprodi Pendidikan Seni Rupa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Tantra Sakre menyampaikan testimoninya sebagai salah satu peserta workshop. Menurut Tantra kegiatan ini menjadi sebuah pengalaman yang berharga sekali. Karena biasanya mahasiswa itu cenderung lebih ke arah text book atau hanya belajar akademis di dalam ruang kelas.
"Ketika mereka bisa turun ke lapangan melihat langsung temen-temen dari tim produksi berkolaborasi dengan berbagai institusi saya rasa menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga sekali," kata Tantra.
(ori)