Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home masjid detail berita

Jangan Salah Kaprah, Begini Hukum Nafkah dalam Islam

Muhajirin Kamis, 28 September 2023 - 18:00 WIB
Jangan Salah Kaprah, Begini Hukum Nafkah dalam Islam
Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Prof Yahya Zainul Maarif (Buya Yahya)
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Dalam ajaran Islam, nafkah merupakan aspek yang sangat penting dalam hubungan suami-istri. Hal ini seringkali menjadi perbincangan hangat di antara pasangan suami-istri, terutama ketika istri ingin memiliki penghasilan tambahan di luar nafkah yang sudah diberikan oleh suami.

Pertanyaan yang sering muncul, apakah suami bersikap zalim jika menolak keinginan istri yang ingin memiliki penghasilan tambahan selain nafkah yang sudah diberikan?

Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), menjelaskan, dalam Islam, nafkah merupakan salah satu kewajiban suami terhadap istri. Suami bertanggung jawab untuk menyediakan nafkah yang mencukupi untuk kebutuhan dasar istri dan anak-anak.

“Kewajiban ini sangat dihormati dalam agama Islam, dan suami diwajibkan untuk memenuhi nafkah ini dengan sebaik-baiknya,” kata Buya Yahya melalui salah satu kajiannya, Kamis (28/9/2023).

Namun, jika suami sudah memberikan nafkah yang mencukupi, maka istri tidak berhak menuntut lebih dari suami. Nafkah yang diberikan oleh suami sudah termasuk dalam tanggung jawab sebagai suami yang baik.

“Ini sesuai dengan prinsip-prinsip Islam yang menekankan bahwa suami harus menjaga kesejahteraan keluarganya,” ucap Buya Yahya.

Buya Yahya menjelaskan, jika suami sudah memberikan nafkah yang mencukupi, maka istri tidak seharusnya menuntut lebih dari itu. Suami sudah melaksanakan kewajiban dengan memberikan nafkah yang cukup untuk kehidupan sehari-hari istri dan anak-anak.

Buya Yahya juga menyarankan agar istri tidak berlebihan dalam menuntut suami. Istri seharusnya tidak menghalangi suami dalam membantu keluarga atau kerabatnya jika suami sudah memenuhi nafkahnya.

Dalam Islam, perempuan memiliki hak untuk bekerja jika mereka mau, dan jika istri ingin bekerja harus berdiskusi dengan suami. Walaupun istri tidak diperkenankan menuntut lebih kepada suami, namun Buya Yahya menyarankan kepada para suami agar tidak terlalu pelit kepada istri, nafkah dipenuhi dan jika ada uang lebih tidak ada salahnya dipergunakan untuk menyenangkan istri.

“Nafkah, kewajiban suami terhadap istri, dan suami harus memenuhi kewajiban ini dengan baik. Tapi, istri tidak seharusnya menuntut lebih jika suami sudah memberikan nafkah yang mencukupi. Semua ini adalah bagian dari prinsip-prinsip Islam untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan dalam pernikahan,” tutur Buya Yahya.

Lalu, apakah salah istri menuntut suami memberi nafkah lebih? menurut Buya Yahya, dalam pandangan Islam istri tidak diperkenankan menuntut sesuatu yang lebih kepada suami. Itu jika suami sudah memenuhi nafkah istri. Namun, Buya Yahya juga mengimbau kepada para suami agar tidak pelit terhadap istri.

“Bolehlah menyenangkan istri asal tidak berlebihan dalam berfoya-foya,” ungkapnya.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)