LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pernahkah Anda berhenti sejenak untuk berpikir tentang kesenjangan finansial yang sangat besar yang terjadi secara global, antara si kaya dan si miskin? Banyak orang terlahir dari keluarga kaya, banyak pula yang tidak.
Menurut penelitian terbaru, ada lebih dari satu miliar orang miskin di seluruh duni. Mereka bertahan hidup hanya dengan $1 per hari. Lebih dari setengah populasi global bertahan hidup kurang dari $10 per hari.
Diwahyukan lebih dari 1.400 tahun yang lalu, kitab suci Al-Quran menetapkan kewajiban bagi seluruh umat Islam untuk membantu orang miskin dan yang membutuhkan. Salah satu pilar utama Islam adalah kewajiban bagi semua Muslim. Orang yang mampu diwajibkan membayar zakat setiap tahun sebesar 2,5%.
Hal paling penting, membayar zakat akan membantu Anda lebih dari sekedar membantu orang-orang yang membutuhkan yang menerimanya. Sumayyah Meehan, seorang jurnalis dan penulis di About Islam mengungkapkan, tiga hal luar biasa saat Anda mengeluarkan zakat.
Baca juga:
Begini Gaya Hidup Halal dalam Islam1. Menyucikan Harta dan Meningkatkan Keimanan
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kata zakat berarti menyucikan harta. Bukan berarti harus mencuci uang kertas secara fisik! Orang yang mengeluarkan zakat akan membersihkan sisa kekayaan yang masih tersimpan. Salah satunya menghilangkan sifat kikir dan pelit dari hati.
Zakat berarti, dengan menyumbang kepada mereka yang membutuhkan, Anda benar-benar "membersihkan" sisa kekayaan Anda yang membantu menghilangkan sifat kikir dan pelit dari hati Anda.
اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَاَنْفِقُوْا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُّسْتَخْلَفِيْنَ فِيْهِۗ فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَاَنْفَقُوْا لَهُمْ اَجْرٌ كَبِيْرٌ
"Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah). Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar." (QS Al-Hadid: 7)
Ketika harta disucikan, maka iman pun akan meningkat. Itu karena seorang muslim telah memenuhi hak Allah atas dirinya. Semua kekayaan tidak ada hubungannya dengan pendidikan, keterampilan, atau potensi penghasilan. Semua itu berkaitan dengan karunia yang telah Allah berikan dan merupakan pinjaman dari Sang Pencipta.
2. Meningkatkan Kekayaan dan Kedekatan Anda dengan Allah
Seorang muslim tidak akan rugi dan akan mendapatkan segalanya ketika beramal. Membayar zakat merupakan rahmat dan berkah dari Allah SWT, karena tidak hanya meningkatkan kekayaan, tetapi juga memungkinkan seseorang untuk lebih dekat kepada-Nya.
"Dua malaikat turun setiap pagi, salah satunya berkata, 'Ya Allah, berikanlah kepada orang yang berinfak, sebagai ganti dari apa yang ia infakkan. Dan yang satunya lagi berkata, 'Ya Allah, berikanlah kebinasaan kepada orang yang menahan. (HR. Bukhari)
3. Membantu Masyarakat dan Menenangkan Hati
Bagi umat Islam yang setia menunaikan kewajiban ini, merupakan suatu kehormatan besar dan perbuatan mulia untuk dapat membantu mereka yang paling membutuhkan. Ketika membayar zakat, hati akan segera dilembutkan dan dilegakan.
Ini adalah kesempatan emas untuk membantu masyarakat miskin sekaligus membawa kedamaian dalam hati. ketika memikirkan miliaran muslim yang membayar Zakat setiap tahun, mustahil untuk menghitung pengumpulan Zakat tahunan secara global atau mengetahui berapa banyak nyawa yang diubahkan olehnya.
خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
"Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." (QS At-Taubah: 103)
(ori)