LANGIT7.ID-, Jakarta- - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah, KH Cholil Nafis mengatakan, syarat menjadi seorang pemimpin harus mencerminkan karakter masyarakat. Selain itu, pemimpin harus punya empati kepada rakyat dan mampu menyejahterakan serta menyelamatkan bangsa.
Demikian ceramah yang disampaikan Kiai Cholil pada peringatan MMuhammad SAW di Lemhanas RI, Kamis (12/10/2023).
Menurutnya, kepemimpinan Rasulullah SAW sudah nampak mulai kecil. Hidup yang mandiri dan mendapat kepercayaan umat. Mulai soal ritual peletakan hajar aswad, perjajian keadilan tokoh Mekkah (hilful fudhul) hingga soal interaksi dan perdagangan. "Brand diri Rasulullah SAW adalah terpercaya dan berakhlak mulia," katanya.
Kiai Cholil menambahkan, pemimpin itu harus punya karakter yang kuat agar dapat mempengaruhi orang utk melakukan dan berupaya mencapai tujuan bersama. Tak boleh pemimpin itu mengekor apalagi didikte orang lain. "Ia harus bisa memimpin secara transformatif, dialogis dan partisipatif," tuturnya
Cholil menegaskan, pemimpin nasional yang akan dipilih nantinya harus mencerminkan kepemimpinan Rasulullah SAW. Yaitu memiliki integritas diri yang kokoh, punya gagasan yang cemerlang untuk kemajuan nasional dan berpihak pada kesejahteraan dan kedaulatan rakyat.
"Tentu sang pemimpin dipercaya akan mampu merealisasikan dan mengerjakan progran-programnya utk mencapai tujuan nasional," terangnya.
(ori)