Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 20 Juni 2024
home edukasi & pesantren detail berita

214 Kampus Nasionalis Indonesia Serukan Penegakan Demokrasi

tim langit 7 Selasa, 06 Februari 2024 - 23:00 WIB
214 Kampus Nasionalis Indonesia Serukan Penegakan Demokrasi
214 kampus nasionalis Indonesia yang tergabung dalam Pertinasia menyerukan penegakan demokrasi
LANGIT7.ID-, Surabaya- - Perkumpulan Perguruan Tinggi Nasionalis Indonesia (Pertinasia) menyatakan prihatin atas kondisi bangsa saat ini. Pertinasia, yang beranggotakan 214 perguruan tinggi swasta di Indonesia juga menyerukan penegakan demokrasi di Indonesia.

Keprihatinan ini diwujudkan dalam pernyataan sikap yang dibacakan di di Gedung R. Ing Soekonjono kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Selasa (6/2/2024).

Pertinasia merupakan merupakan wadah berkumpul/ berhimpun perguruan tinggi yang sevisi, terutama perguruan tinggi swasta yang didorong keprihatinan terhadap pengembangan Pancasila di ranah pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, serta keinginan luhur untuk
terus-menerus berperan dalam usaha peningkatan kecerdasan bangsa dan pengembangan ilmu pengetahuan/teknologi bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila.

Baca juga:Unair Memanggil Sampaikan 4 Manifesto untuk Pemerintahan Jokowi

Pertinasia ini dipimpin Rektor Untag Surabaya – Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA. Acara tersebut dihadiri oleh 13 perwakilan anggota, diantaranya Rektor Untag Banyuwangi, Rektor Universitas Wijaya Putra, Rektor Universitas PGRI Adi Buana, Ketua Stiesia, Ketua Stikosa AWS, Rektor Universitas Hayam Wuruk, Rektor Universitas Sunan Bonang Tuban, Rektor STIE Dewantara Jombang, Rektor STIE Mahardika, Rektor Universitas WR Supratman, Rektor STIE Pemuda, dan Rektor Universitas Dr Soetomo.

Para Rektor/ Ketua/ Direktur Perguruan Tinggi yang tergabung dalam Pertinasia merasa prihatin atas kondisi sosial, politik, dan kelangsungan negara Republik Indonesia menjelang Pemilihan Umum 2024 karena telah terjadi pencederaan demokrasi dan pengebirian hak demokrasi masyarakat dengan berbagai propaganda dan paparan yang cenderung destruktif dan mengancam keutuhan NKRI.

"Telah terjadi degradasi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai fundamental etika keadaban publik dilanggar sejak proses pencalonan pemimpin melalui legalisasi yang
seharusnya inkonstitusional dan merendahkan martabat bangsa.
Padahal, Pesta demokrasi melalui penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024 seharusnya menjadi peristiwa demokrasi yang melibatkan partisipasi rakyat tanpa rasa takut dan intimidasi demi mendapatkan pemimpin dan perwakilan terbaik yang akan memperjuangkan
kesetaraan, kemerataan, keadilan, dan kesejahteraan rakyat," ucap Mulyanto Nugroho

"Kami mengajak semua anggota masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan keadaban dalam sistem demokrasi, mendorong Presiden dan pemimpin negara lainnya agar
mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi, kelompok, atau keluarga. Masa depan bangsa dan negara ini tidak boleh dipertaruhkan oleh kepentingan sekelompok orang, dengan mengabaikan aturan dan moralitas.
Bersama di bawah Bendera Merah Putih, mari kita hidupkan semangat patriotisme bagi tanah air guna memenuhi tugas yang diberikan oleh para pendiri negara ini: melindungi segenap tanah air Indonesia, agar kehidupan generasi mendatang berlangsung dalam kedamaian dan
kesejahteraan," tambahnya.

Selanjutnya, Pertinasia menyampaikan pernyataan sikap dan ajakan sebagai berikut:

1. Menentang keras tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme serta segala bentuk
turunannya berupa politik dinasti yang mengabaikan norma hukum dan moralitas

2. Menuntut Presiden memastikan netralitas penyelenggara negara, baik Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri) maupun penyelenggara negara yang lain serta harus memberikan teladan terbaik;

3. Menuntut penghentian upaya politisasi kebijakan negara yang berpotensi merusak
proses demokrasi dan hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu dalam pemilihan umum;

4. Menuntut penegakan aturan pemilihan umum dan etika penyelenggaraan pemilihan umum yang menjunjung tinggi asas kebebasan, kejujuran dan keadilan serta berpihak kepada kepentingan bangsa dan negara, bukan kepentingan pihak-pihak tertentu;

5. memberikan sanksi tegas terhadap segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan oleh aparat negara dan tindakan intimidasi yang bertentangan dengan upaya
penyelenggaraan pemilihan umum yang bebas, jujur dan adil;

6. Mengajak civitas akademika perguruan tinggi terlibat bersama rakyat untuk terus
mengawal pemilihan umum yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 20 Juni 2024
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:58
Ashar
15:19
Maghrib
17:51
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan