LANGIT7.ID-, Jakarta- - Artis peran Alice Norin mengabarkan bahwa dirinya divonis kanker sarkoma. Menurut keterangan Alice Norin, kanker ini terbilang langka dan menyerang area otot rahim.
Kabar tersebut disampaikan Alice Norin melalui Instagram miliknya pada Jumat, (16/2/2024).
Melansir laman Cleveland Clinic, sarkoma merupakan jenis kanker langka yang ganas. Kanker ini berkembang di tulang dan jaringan ikat, seperti lemak, otot, pembuluh darah, saraf, dan jaringan yang mengelilingi tulang dan sendi.
Sarkoma dapat menyerang siapa saja dari rentang anak-anak hingga dewasa. Namun, untuk sarkoma jaringan lunak biasanya lebih sering terjadi pada orang dewasa.
Sementara sarkoma tulang umumnya diidap anak-anak, remaja, dan lansia berumur di atas 65 tahun.
Gejala dan penyebab sarkoma
Sarkoma terbentuk ketika sel-sel tulang atau jaringan lunak yang belum matang mengalami perubahan pada DNA-nya, dan berkembang menjadi sel-sel kanker yang tumbuh dengan cara yang tidak diatur.
Mereka pada akhirnya dapat membentuk massa atau tumor yang dapat menyerang jaringan sehat di sekitarnya.
Bila tidak diobati, kanker dapat menyebar melalui aliran darah atau sistem limfatik dari lokasi utama pembentukannya ke organ lain ( metastasis ). Kanker yang bermetastasis sulit untuk diobati.
Gejala dari sarkoma sangat variatif tergantung dari lokasi tumor. Untuk beberapa jenis sarkoma tidak menimbulkan tanda-tanda yang terlihat.
Namun, ada gejala yang mungkin terasa seperti benjolan di bawah kulit namun tidak menimbulkan rasa sakit. Sementara sarkoma lain tidak menimbulkan rasa sakit sampai ukurannya cukup besar dan menekan organ.
Kemudian, sarkoma dapat menyebabkan nyeri tulang, pembengkakan di lengan atau kaki yang memburuk di malam hari dan beberapa gejala lain seperti di bawah ini:
1. Benjolan baru yang mungkin terasa sakit atau tidak.
2, Nyeri pada ekstremitas (lengan/kaki) atau perut/panggul.
3. Kesulitan menggerakkan lengan atau kaki Anda (gerakan lemas atau terbatas).
4. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
5. Sakit punggung.
Namun, sebaiknya Anda tidak melakukan deteksi sendiri. Hubungi dokter untuk mengetahui gejala tersebut lebih lanjut
(ori)