Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Waketum Persis: Ukhuwah Lahir dari Kesamaan Hati yang Terbangun

ahmad zuhdi Jum'at, 03 September 2021 - 18:38 WIB
Waketum Persis: Ukhuwah Lahir dari Kesamaan Hati yang Terbangun
ilustrasi ukhuwah Islamiyah (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ukhuwah (persaudaraan) sejati terbangun berawal dari ta'liful qulub atau adanya kesamaan hati yang terbangun dan adanya ikatan hati yang tersambung.

"Apabila hatinya tidak bisa ditenun, jiwanya tidak bisa dijahit, dan qalbu-nya tidak bisa di anyam antara satu dengan yang lain, maka mustahil akan terwujud ukhuwah yang sejati," tutur Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis), KH Jeje Zaenudin dalam webinar MIUMI, Kamis (2/9/2021) malam.

"Maka kita harus bersedia berkomunikasi, bersilaturahmi, dan bekerja sama dengan yang lain, karena itu merupakan pintu masuk terjadinya ukhuwah. Ukhuwah akan terjadi dengan diawalinya hati yang ditenun untuk menjadi kesatuan yang kuat," ujar ustadz Jeje.

Ketua MUI Pusat ini melanjutkan bahwa kejayaan dan peradaban Islam salah satunya ditentukan oleh aspek ini, disamping kekuatan-kekuatan spiritual yang tidak kalah pentingnya wajib dibangun.

Karena itu, ada pernyataan yang menarik dari amirul mukminin Umar bin Khatthab radiallahu 'anhu, yaitu tidak ada kemenangan kecuali dengan kekuatan, tidak ada kekuatan kecuali bersatu, dan bersatu adalah wujud dari ukhuwah.

"Nah dalam hal ini memang menarik ayat-ayat Al-Qur'an maupun hadits nabi yang berbicara ukhuwah dan wihdah (persatuan). KIta bersyukur di Indonesia ada beberapa Ormas yang namanya mencerminkan untuk bersatu, seperti Persatuan Islam dan Wahdah Islamiyah, meskipun mewujudkan persatuan itu adalah hal yang sulit," tuturnya.

"Belum lagi ada (Ormas) Persatuan Umat Islam (PUI). Jadi saya kira nama itu kan sebuah harapan, impian, dan fikrah (gagasan), nah tinggal bagaimana dari fikrah ini menjadi langkah-langkah yang konkrit," sambungnya.

Sebagaimana Al-Qur'an sendiri ketika berbicara tentang ukhuwah terdiri dalam banyak marhalah (tingkatan). Maka seorang muslim dimanapun dia berada, diakui atau tidak, saling menolong atau tidak bahkan sampai saling memerangi sekalipun, dia merupakan saudara dengan muslim lainnya, seperti Allah katakan dalam surat al-Hujurat: 'Innamal mu'minuuna ikhwatun.'

"Menariknya, Al-Qur'an menegaskan persaudaraan kaum muslimin diikuti dengan 'fa aslihu bayna akhowaykum', ini artinya persaudaraan tidak lepas dengan perselisihan dan meskipun berselisih, tetap dalam koridor saudara. Karena itulah, ukhuwah sebagai nilai normatif tidak akan pernah terputus selama dia menjadi mukmin," katanya.

Menurut pendiri Pesantren An-Nahla Al-Islamiy ini, ukhuwah sering tercederai pada tataran praktis dan implementasi, yaitu dengan dilanggarnya hak-hak dan kewajiban bersaudara. Padahal Rasulullah mengingatkan bahwa muslim yang satu dengan muslim lainnya bersaudara; tidak boleh ada kezaliman dan membiarkan saudaranya terdzalimi.

"Nah, dalam tataran praktis inilah persaudaraan kita dirusak. Maka ketika Rasulullah menyatakan muslim yang satu dengan muslim lainnya bersaudara, selanjutnya adalah contoh-contoh praktis yang wajib diwujudkan dalam persaudaraan, kemudian bagaimana kita rela membantu untuk kepentingan saudara yang sedang membutuhkan, dengan harapan Allah meringankan beban kita pada hari kiamat," ujarnya.

"Selanjutnya bagaimana kita rela untuk menutupi aib-aib dan kekurangan saudara muslim lain. Bukan disebarkan, di-ghibah, apalagi dibumbui dengan hoaks dan fitnah," imbuhnya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)