LANGIT7.ID-, Jakarta- - Sebuah wadah batu kecil berbentuk tabung, bekas pembungkus pigmen merah cerah mirip lipstik, ditemukan tim arkeolog Universitas Teheran di Iran.
Tim arkeolog yang dipimpin Nasir Eskandari menganalisis sisa-sisa yang tertinggal di dalam wadah tersebut. Sisa bahan mirip dengan materi dalam pigmen bibir seperti yang digunakan saat ini.
Penemuan itu, kata para ilmuwan, menunjukkan akan penggunaan cat bibir oleh manusia.
Lipstik kuno menunjukkan budaya yang cukup maju, di mana dibutuhkan pengetahuan metalurgi dan kimia untuk mengembangkan inovasi semacam itu.
Baca juga:
Beredar Antiseptik Beralkohol Dilabeli Halal, Bagaimana Tanggapan BPJPH"Kosmetik berwarna merah tua, kompatibel dengan sediaan pewarna bibir – mungkin yang paling awal dilaporkan secara analitis sejauh ini – dan memperkaya berbagai praktik kosmetik dalam masa chalcolytic- Jaman perunggu." tulis tim arkeolog, dikutip Sciencealert, Kamis (7/3/2024).
Para ilmuwan menemukan sejumlah kecil bubuk halus berwarna ungu tua. Serbuk ini melalui berbagai teknik analisis seperti pemindaian mikroskop elektron, difraksi serbuk sinar-X, spektrometri massa kromatografi cair kinerja tinggi, dan penanggalan radiokarbon, untuk mempelajarinya.
Meskipun ada kemungkinan terkontaminasi tanah, hasil penelitian menunjukkan bahwa kontaminasi tanah hanya terjadi sedikit saja.
Sampel tersebut berasal dari awal milenium ke-2 SM, sekitar 4.000 tahun yang lalu. Dan isi sampelnya sangat menarik.

Bahan dominan dalam serbuk tersebut adalah hematit atau pasir besi. Biasanya hematit berwarna hitam dalam bentuk batuannya, namun bila melalui proses penggiligan menghasilkan bubuk merah yang cerah.
Di samping hematit, bahan lain yang ditemukan dalam serbuk tersebut antara lain kuarsa, klinoklor, braunite, manganit, dan galena, yang merupakan bahan umum pada kohl atau eyeliner kuno.
Para peneliti juga menemukan adanya lilin dan minyak nabati, yang mirip dengan lipstik modern. Proporsi mineral berbasis timbal dalam temuan tersebut, menurut para peneliti, sangat minim.
Mengacu pada ukuran dan bentuk tabung batu, peneliti meyakini temuan tersebut adalah cat bibir. Ditambah dengan wadah yang mudah dipegang dengan satu tangan seperti penggunaan lipstik.
Sayangnya artefak tersebut tidak ditemukan dalam konteks penguburannya, yang mungkin dikaitkan dengan individu atau kelompok sosial tertentu.
Meski begitu, kosmetik dapat memberi informasi akan banyak hal tentang pembuatnya, ribuan tahun lalu.
“Penemuan ini mengungkapkan bahwa pengrajin Iran dari 5.000-4.000 tahun yang lalu telah mengembangkan pengetahuan yang sangat maju mengenai senyawa logam, alami, dan sintetis yang tidak hanya dapat menghasilkan eyeliner kohl hitam, alas bedak wajah berbahan timah putih, tetapi masih banyak lagi,” kata Vidale.
Penemuan cat bibir dengan jejak mineral timbal menunjukkan para perajin masa itu memahami bahaya akan timbal.

"Hal ini juga menunjukkan kemungkinan bahwa kosmetik digunakan dalam konteks sosial formal dan seremonial, sebagai komponen penting dari perwujudan publik atas peran dominan lapisan elit masyarakat.” pungkas Vidale
(ori)