LANGIT7.ID, Semarang - Sebagian masyarakat beranggapan ikan lele ini salah satu jenis ikan yang menjijikkan. Karena lele termasuk ikan yang mudah diberi makan apa saja, termasuk dengan bangkai ayam sekalipun. Akibatnya tidak banyak orang yang suka.
Akan tetapi, stigma tersebut tidak mematahkan semangat dari Ari Wibowo, warga Jl. Mundingan RT 05 RW 02 Cepoko Gunungpati Kota Semarang untuk memilih bisnis budidaya lele. Ia sejak 6 bulan lalu memutuskan untuk menekuni budidaya lele di beberapa kolam besar, yang diberi nama
mostfish.
![Potensi Besar, Karyawan Ini Mantap Tekuni Budidaya Lele]()
Ari sebenarnya adalah seorang karyawan perusahaan jasa pengiriman uang antarnegara,
Zendmoney (situs) dan
zmartpay (aplikasi), yang bertugas di Semarang. Namun ia tidak mau berada di zona nyaman. Waktu luang yang dimilikinya saat ini dimanfaatkan untuk budidaya lele.
Baca juga: Edisi Hari Pelanggan, PCR dan Antigen 1 Rupiah dari Garuda dan Siloam HospitalsSaat masih kuliah di Undip Semarang, dia termasuk mahasiswa yang berprestasi. Ia dua kali menyabet penghargaan bergengsi, salah satunya dari Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif lewat aplikasi sampah online hasil karyanya.
Kemudian ia mendirikan usaha bersama rekannya. Akan tetapi pria yang sebelumnya tinggal di Jakarta ini kemudian memutuskan mundur. Setelah itu, dia ditawari bergabung dengan
zmartpay.
“Saya ditanya minta gaji berapa, lalu saya jawab “terserah lu saja”,” ceritanya di Channel Youtube Semarang Pemkot.
Usaha yang ditekuninya sejak Maret lalu ini butuh kesabaran esktra. Betapa tidak? Saat awal-awal mendatangkan anakan lele, dari 14 ribu yang dibelinya dari penjual, saat dirawat mati sampai 5 ribu ekor. Ia merasa sangat terpukul dengan kondisi itu.
“Setiap hari saya bengong. Penjualnya mau mengganti 3.500, jadi saya hanya rugi 1.500,” ucapnya.
Dari beberapa teknik cara budi daya lele yang dia pelajari di
youtube maupun komunitas-komunitas, pria bersapa AW ini memilih dengan konsep kekinian, bukan konvensional yang hanya menggunakan bahan terpal, tanpa ada sirkulasi air.
![Potensi Besar, Karyawan Ini Mantap Tekuni Budidaya Lele]()
Ada kelebihan budidaya dengan sirkulasi air, salah satunya bisa diisi dengan banyak ikan. Jika air setiap jam berputar, jika konvensional hanya bisa diisi 1.000 lele. Di mostfish bisa sampai 3 ribu lele.
“Kenapa pakai sirkulasi, air tidak perlu diganti sampai panen usia 3 bulan. Kita bikin mereka hidup seperti di alam. Saringnya pakai drum-drum,” kata dia.
Baca juga: Jaga Keandalan Listrik, PLN Amankan Pasokan Batu Bara Jangka Panjang dari Tambang PTBAIa memasarkan hasil panenannya lewat
whatsapp maupun
instagram. Rata-rata yang beli dalam jumlah banyak. Bahkan, dia mengklaim restoran spesial sambal (SS) di Kota Semarang berlangganan kepadanya. Padahal, awal-awal beli hanya 10 kilogram.
“Saya tidak tahu kalau SS, baru tahu ke sini yang pakai kaus bertuliskan SS. Beli berapapun saya terima. Sekarang, SS di Kota Semarang belinya lele di saya, karena mereka percaya bahwa lele dari saya pakannya pelet asli, bukan tiren (ayam mati kemarin). Benar, ada yang kayak gitu, serius,” ujarnya.
Menurut Ari, potensi pasar ikan lele sangat bagus. Pemeliharaan lebih mudah dan bisa bertahan hidup tanpa air. Ke depan, selain memperbesar kolam budidaya, kita akan buat makanan jadinya, abon dengan kualitas premium. Kemudian, akan membuat lele frozen atau yang sudah goreng. Packingnya akan dibuat beda dengan ika frozen yang lain.
“Pembayaran pakai zmartpay. Pakai aplikasi bikinan kita sendiri,” katanya.
(zul)