LANGIT7.ID, Jakarta - Nikotin dan
Total Aerosol Residue (TAR) bukanlah istilah asing bagi para perokok lantaran kerap tertulis di kemasan rokok. Namun, hanya sedikit dari para perokok yang mengetahui perbedaan keduanya serta dampak negatif bagi kesehatan.
Dilansir dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US FDA) pada Selasa (7/9/2021), nikotin merupakan senyawa kimia alami yang terkandung dalam tanaman tembakau. Kendati demikian, nikotin dalam jumlah kecil juga bisa ditemui pada kentang, terung, dan kembang kol.
Baca Juga: Jangan Merokok di Area Masjid, Hukum Paling Ringan MakruhNikotin, yakni salah satu penyebab orang kecanduan merokok karena terdapat zat alkaloid yang menimbulkan adiksi. Contoh zat alkaloid lainnya, yakni kafein yang biasa ditemukan pada kopi, tein dalam teh, teobromin pada buah maupun biji cokelat.
Selain itu, semua produk tembakau mengandung nikotin, termasuk rokok, dan produk tembakau yang dipanaskan. Termasuk rokok elektrik, cerutu, maupun snus (tembakau bubuk) juga mengandung nikotin.
FDA menekankan, meskipun menyebabkan adiksi atau kecanduan, nikotin bukanlah penyebab utama berbagai penyakit terkait merokok. Sebab, dalam sebatang rokok yang dihisap terkandung ribuan bahan kimia beracun, salah satu yang paling berbahaya adalah TAR.
Diketahui, TAR merupakan zat kimia dan partikel padat (solid carbon) yang dihasilkan saat rokok dibakar. Berdasarkan data National Cancer Institute Amerika Serikat, TAR mengandung berbagai senyawa karsinogenik yang dapat memicu kanker.
Baca Juga: Tips Tetap Bugar Saat Pandemi ala Dokter Nadia AlaydrusDari sekitar 7.000 bahan kimia yang ada di dalam asap rokok, 2.000 di antaranya terdapat pada TAR. Ketika asap rokok dihirup, TAR membentuk lapisan lengket di bagian dalam paru-paru yang dapat menutupi bahkan mematikan sel yang ada.
Hal tersebut dapat menyebabkan kanker paru-paru, emfisema, atau masalah paru-paru lainnya. TAR yang berwarna cokelat juga menodai gigi dan kuku perokok.
"Orang-orang merokok untuk nikotin, tapi mereka mati karena TAR," kata Michael Russel pencetus konsep pengurangan bahaya tembakau (
tobacco harm reduction). (Sumber:
Antaranews)
Baca Juga:
Tabung Tulang di Usia Muda, Hari Tua Jauh dari Osteoporosis
BKKBN: Ibu dengan Anemia Beresiko Tinggi Lahirkan Anak Stunting(asf)