Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Ternyata Bukan Nikotin Penyebab Utama Penyakit pada Perokok

mahmuda attar hussein Selasa, 07 September 2021 - 08:13 WIB
Ternyata Bukan Nikotin Penyebab Utama Penyakit pada Perokok
Ilustrasi saatnya metikan rokok sebelum divonis penyakit oleh dokter. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Nikotin dan Total Aerosol Residue (TAR) bukanlah istilah asing bagi para perokok lantaran kerap tertulis di kemasan rokok. Namun, hanya sedikit dari para perokok yang mengetahui perbedaan keduanya serta dampak negatif bagi kesehatan.

Dilansir dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US FDA) pada Selasa (7/9/2021), nikotin merupakan senyawa kimia alami yang terkandung dalam tanaman tembakau. Kendati demikian, nikotin dalam jumlah kecil juga bisa ditemui pada kentang, terung, dan kembang kol.

Baca Juga: Jangan Merokok di Area Masjid, Hukum Paling Ringan Makruh

Nikotin, yakni salah satu penyebab orang kecanduan merokok karena terdapat zat alkaloid yang menimbulkan adiksi. Contoh zat alkaloid lainnya, yakni kafein yang biasa ditemukan pada kopi, tein dalam teh, teobromin pada buah maupun biji cokelat.

Selain itu, semua produk tembakau mengandung nikotin, termasuk rokok, dan produk tembakau yang dipanaskan. Termasuk rokok elektrik, cerutu, maupun snus (tembakau bubuk) juga mengandung nikotin.

FDA menekankan, meskipun menyebabkan adiksi atau kecanduan, nikotin bukanlah penyebab utama berbagai penyakit terkait merokok. Sebab, dalam sebatang rokok yang dihisap terkandung ribuan bahan kimia beracun, salah satu yang paling berbahaya adalah TAR.

Diketahui, TAR merupakan zat kimia dan partikel padat (solid carbon) yang dihasilkan saat rokok dibakar. Berdasarkan data National Cancer Institute Amerika Serikat, TAR mengandung berbagai senyawa karsinogenik yang dapat memicu kanker.

Baca Juga: Tips Tetap Bugar Saat Pandemi ala Dokter Nadia Alaydrus

Dari sekitar 7.000 bahan kimia yang ada di dalam asap rokok, 2.000 di antaranya terdapat pada TAR. Ketika asap rokok dihirup, TAR membentuk lapisan lengket di bagian dalam paru-paru yang dapat menutupi bahkan mematikan sel yang ada.

Hal tersebut dapat menyebabkan kanker paru-paru, emfisema, atau masalah paru-paru lainnya. TAR yang berwarna cokelat juga menodai gigi dan kuku perokok.

"Orang-orang merokok untuk nikotin, tapi mereka mati karena TAR," kata Michael Russel pencetus konsep pengurangan bahaya tembakau (tobacco harm reduction). (Sumber: Antaranews)

Baca Juga:

Tabung Tulang di Usia Muda, Hari Tua Jauh dari Osteoporosis

BKKBN: Ibu dengan Anemia Beresiko Tinggi Lahirkan Anak Stunting


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)