LANGIT7.ID-, Jakarta- - Sering mendengar kata hari tasyrik pada bulan Dzulhijjah tapi tidak paham betul apa yang dimaksud hari tasyrik? Serta amalan apa yang baik dilakukan dan larangan apa yang sebaiknya tidak dilakukan di hari tasyrik. Yuk simak penjelasan berikut ini.
Melansir dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), hari tasyrik merupakan tiga hari setelah Idul Adha (10 Dzulhijjah) yang jatuh pada tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijjah berdasarkan kalender Hijriah. Ketiga hari tersebut merupakan rangkaian penting dalam Islam dan berlangsung tepat setelah Hari Raya Idul Adha.
Tasyrik atau tasyriq berasal dari bahasa Arab yang merupakan serapan dari kata "syaraqa" yang memiliki makna "matahari terbit" atau "menjemur sesuatu".
Baca juga:
Bolehkah Berkurban Satu Nama untuk Sekeluarga?Dari Nubaisyah Al Hudzali, ia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141).
Dasar lainnya mengenai hari tasyrik seperti dikatakan Imam Nawawi rahimahullah, “Hari tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha. Disebut hari tasyrik karena tasyrik itu berarti mendendeng atau menjemur daging qurban di terik matahari. Dalam hadist disebutkan, hari tasyrik adalah hari untuk memperbanyak dzikir yaitu takbir dan lainnya.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 18).
Jika hari tasyrik disebut hari makan dan minum berarti ketika itu tidak dibolehkan untuk berpuasa apapun di hari-hari tersebut (11, 12, 13 Dzulhijjah). Inilah pendapat yang dikuatkan dalam madzhab Syafi’i.
Setelah mengetahui mengenai hari tasyrik, alangkah lebih baik lagi ditambah dengan pengetahuan tentang amalan apa yang baik dilakukan pada hari tasyrik. Berdasarkan sunnah dan ajaran Nabi Muhammad Saw, berikut amalan-amalan tersebut:
1. Memperbanyak dzikir.
Dengan melakukan dzikir seperti membaca bacaan istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, dan bacaan lain dengan tujuan meminta pertolongan dan berserah kepada Allah Swt.
2. Memperbanyak doa.
Dengan melakukan dzikir seperti membaca bacaan istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, dan bacaan lain dengan tujuan meminta pertolongan dan berserah kepada Allah SWT.
3. Menyembelih hewan kurban
Selain saat Idul Adha, waktu yang tepat untuk berkurban yaitu saat tiga hari tasyrik. Hal ini dapat dilakukan ketika seorang muslim tidak sempat melakukan kurban di Hari Raya Idul Adha.
Perintah menyembelih hewan kurban terdapat pada Al-Quran, Surat Al-Kautsar, ayat 2: “Maka, laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurban lah!”
4. Makan dan Minum
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist
“Dari Uqbah bin Amir, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kita pemeluk agama Islam, serta merupakan hari-hari untuk makan dan minum.” (HR. An-Nasa'i, no. 2954)
5. Bertakbir
Bertakbir dapat dilakukan setiap setelah melaksanakan sholat lima waktu. Membaca takbir dapat dilakukan sebagaimana saat takbir hari Idul Adha.
Demikian amalan-amalan yang baik dilakukan selama hari tasyrik. Selain amalan tersebut ternyata terdapat larangan juga yang sebaiknya tidak dilakukan selama hari tasyrik.
Larangan tersebut berupa tidak diperbolehkannya berpuasa selama tiga hari tasyrik. Umat Islam dianjurkan
untuk menikmati berbagai hidangan dan olahan dari daging kurban dan merayakannya bersama dengan keluarga atau kerabat terdekat.
Hal tersebut sesuai dengan hadist, “Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu anhuma, keduanya berkata: “Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan qurban ketika menunaikan haji.” (HR. Bukhari, no. 1859)
(ori)