LANGIT7.ID-, Jakarta- - Cek khodam belakangan menjadi fenomena di media sosial, khususnya platform TikTok. Banyak pengguna internet yang kemudian ramai-ramai mencoba tren cek khodam ini.
Lalu, apa itu khodam?
Kata khodam berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti pelayan atau pembantu, baik itu laki-laki maupun perempuan. Sementara dalam masyarakat, istilah khodam merujuk pada entitas atau mahluk halus seperti jin.
Bila melihat dari konteks arti katanya, sebagian orang percaya khodam hadir untuk membantu mereka. Karena itu banyak yang tertarik untuk memiliki dan memelihara khodam.
Terkait itu, pendakwah Buya Yahya menegaskan bahwa manusia tidak boleh memelihara khodam atau jin. Menurutnya, manusia tidak perlu bersahabat dengan jin karena memiliki hawa nafsu yang sama.
"Jangan kamu tertipu oleh jin. Jin itu seperti manusia yang akidah sesatnya ada, menjerumuskan juga ada. Mereka (jin) punya kewajiban menjalankan syariat Nabi Muhammad, maka di kalangan jin juga ada akidah sesat. Di kalangan manusia saja ada yang salah memilih sekolah untuk anaknya, akidah sesat. Apalagi urusan sama jin," kata Buya Yahya dalam salah satu kajiannya dilihat dari channel Youtube.
Selain itu, lanjut da'i bernama lengkap Yahya Zainul Maarif ini, ada dampak negatif yang dirasakan manusia yang memelihara khodam di antaranya banyak berbohong atau berdusta.
Kemudian Buya Yahya mengatakan, untuk urusan ibadah yang kuat sebaiknya pilih pendamping yang baik. Sebab, bila seseorang berbuat baik maka tidak akan diganggu oleh orang lain melainkan akan dijaga selalu oleh Allah Ta'ala.
"Kalau mau ibadah yang kuat cari istri yang benar pasangan yang benar, jangan berurusan dengan jin. Bagaimana kita menjadikan jin sebagai sahabat, kamu belum mengenal dia. Maka Anda jangan berteman dengan jin khodam, kalau Anda baik Anda tidak diganggu karena Allah akan jaga Anda. Nggak usah punya jin," tambahnya.
Ulama kelahiran Blitar ini juga menjelaskan akan adanya pendapat ulama yang mengatakan boleh berurusan dengan jin. Namun, lanjutnya, ada syaratnya yaitu harus mengerti dengan syariat.
"Sebab jika dibohongi dengan jin dia akan tahu. Kalau tidak mengerti syariat orang tersebut akan tertipu," jelasnya.
"Malah tertipu jadi dukun dia. Ini bahaya, nggak ada urusan sama jin, nanti banyak bohongnya. Anda punya hawa nafsu jin juga hawa nafsu jadi kita tidak nyaman karena kita mungkin salah memperlakukan mereka atau sebagainya. Jadi nggak usah berurusan dengan jin," tutup Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon itu.
Larangan Berurusan dengan Jin dalam Al-Qur'an
s
Al-Qur'an memperingatkan manusia untuk tidak bersekutu dengan jin. Dalam surat Al-Jinn disebutkan manusia yang meminta pertolongan jin malah akan tersesat.
وَّاَنَّهٗ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْاِنْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوْهُمْ رَهَقًاۖ
Artinya: Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat. (QS Al-Jinn: 6)
Peringatan itu disebutkan juga dalam Surat Al-An'am ayat 128, yang mengatakan jin telah banyak menyesatkan manusia.
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيْعًاۚ يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِّنَ الْاِنْسِ ۚوَقَالَ اَوْلِيَاۤؤُهُمْ مِّنَ الْاِنْسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَّبَلَغْنَآ اَجَلَنَا الَّذِيْٓ اَجَّلْتَ لَنَا ۗقَالَ النَّارُ مَثْوٰىكُمْ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗاِنَّ رَبَّكَ حَكِيْمٌ عَلِيْمٌ
Artinya: Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan Allah berfirman), “Wahai golongan jin! Kamu telah banyak (menyesatkan) manusia.” Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata, “Ya Tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan dan sekarang waktu yang telah Engkau tentukan buat kami telah datang.” Allah berfirman, “Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain.” Sungguh, Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui. (QS Al-An'am: 128)
(ori)