Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 20 Juli 2024
home masjid detail berita

Raih Berkah dengan Melangsungkan Akad Nikah Syari

lusi mahgriefie Senin, 08 Juli 2024 - 14:00 WIB
Raih Berkah dengan Melangsungkan Akad Nikah Syari
Ustadz Abi Makki
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Akad nikah merupakan pengesahan ikatan syar’i antara pria dan wanita yang kemudian menjadi pasangan suami dan istri. Dengan rangkaian kalimat yang diucapkan saat akad, telah mengubah berbagai macam hukum antara kedua belah pihak.

Oleh sebab itu Allah Swt menyebutnya sebagai mitsaq ghalidz yang berarti ikatan yang kuat. Seperti dalam surat An-Nisa ayat 21, “Mereka (para wanita itu) telah mengambil perjanjian yang kuat dari kalian.”

Begitu besar kekuatan akad terhadap dua mempelai, maka menjadi keharusan bagi siapapun yang melaksanakan untuk mengetahui tuntunan pelaksanaan akad nikah. Misalnya, disunnahkan memulai dengan khutbah yang disebut khutbah Ibnu Mas’ud. Ini disampaikan oleh calon mempelai pria atau orang lain diantara para hadirin.

Baca juga:Jadwal Terbaru Ziarah Makam Gus Dur di Pesantren Tebuireng Jombang

Setelah itu dilanjutkan membaca tiga ayat Al-Quran dengan terjemahan sebagai berikut:
“Hai orang-orang yang beriman, bert aqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. (QS. Al-Imran: 102).

“Hai sekalian manusia bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya, dan daripada keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. (QS. An Nisaa: 1).

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”. (QS. Al-Ahzab: 70-71).

Setelah akad nikah disunnahkan kedua mempelai melaksanakan sholat berjamaah. Kemudian suami mencium ubun-ubun istri sambil berdoa, “Ya Allah aku memohon kepada Mu kebaikannya dan kebaikan wataknya dan aku berlindung kepadaMu dari kejahatannya dan kejahatan wataknya” (HR Al Bukhori).

Selanjutnya, menemui para tamu undangan. Setiap orang ingin pernikahannya kelak dilimpahkan berkah dan kebahagiaan. Kita pahami, apabila ingin mendapat hal terbaik maka harus memulainya dengan hal yang baik. Dalam hal ini akad nikah, sebagai titik dimulainya kehidupan baru antara dua insan.

Oleh karena itu, dalam Islam terdapat rukun akad nikah. Tujuannya, tidak lain sebagai tuntutan untuk mencapai akad nikah yang sah dan mendatangkan berkah.

Rukun akad nikah tersebut adalah:

1. Adanya kedua mempelai yang tidak memiliki penghalang keabsahan nikah. Misalnya: adanya hubungan mahram dari keturunan, sepersusuan atau semisalnya. Atau calon mempelai laki-laki adalah orang kafir, sedangkan calon mempelai wanitanya muslimah.

2. Adanya penyerahan (ijab), yang diucapkan wali atau orang yang menggantikan posisinya dengan mengatakan kepada (calon) suami, “Saya nikahkan anda dengan fulanah” atau ucapan semacamnya.

3. Adanya penerimaan (qabul), yaitu kata yang diucapkan oleh calon mempelai pria atau orang yang telah diberi izin untuk mewakilinya dengan mengucapkan: “Saya terima nikahnya”.

Syaikhul islam Ibnu Taymiah dan muridnya, Ibnul Qoyyim, menguatkan pendapat bahwa nikah itu sah dengan segala lafadz yang menunjukkan arti nikah.

Apabila terjadi ijab dan qobul, maka sah akad nikah tersebut, walaupun diucapkan dengan senda gurau tanpa bermaksud menikah. Karena Rasulullah Saw bersabda:

“Ada tiga hal yang apabila dilakukan dengan main-main maka jadinya sungguhan, dan jika dilakukan dengan sungguh-sungguh maka jadinya pun sungguhan. Yaitu: talak, nikah dan ruju” (HR Tirmidzi).

Sementara bagi yang tidak mampu bicara alias bisu, akad bisa dilakukan dengan tulisan atau isyarat yang dapat dipahami. Dengan catatan harus dilakukan secara langsung, tanpa jeda.

Mengenai tempat pelaksanaannya, akad sebaiknya dilakukan di masjid. “Sunnah Rasululllah, adabnya akad dilaksanakan di masjid, dan pada Jumat sore. Karena saat itu waktu ditiupkannya ruh Adam,” imbuh Ustadz Abi Makki.

Bila ditilik dari sisi manfaat, akad nikah di masjid memiliki barokah. Apalagi jika memilih masjid sebagai tempat berlangsungnya akad untuk menghindar dari kemunkaran, apabila diadakan akad di tempat lain.

Namun apabila pada acara tersebut terjadi ikhtilat (campur baur) antara laki-laki dan wanita, atau terjadi penggunaan musik, maka akad di masjid menjadi lebih diharamkan lagi daripada di luar. Karena hal itu melanggar kesucian rumah Allah.

Alangkah baiknya, saat berlangsungnya akad hanya dihadiri oleh calon mempelai pria dan wali dari pihak wanita serta saksi. Sedangkan calon mempelai wanita tidak dihadirkan.

Selanjutnya, setelah akad harus diadakan walimatul ursy atau pada masyarakat umum biasa disebut resepsi pernikahan. Untuk hal ini, Ustadz Abi Makki mengingatkan agar tidak melangsungkan resepsi secara berlebihan.

Sebab, pada intinya acara resepsi digelar bukan untuk mencari kemewahan, baik dalam hal makanan maupun isi acaranya. Melainkan sebagai pemberitahuan bahwa seseorang sudah menikah.

“Lebih pada memberi kabar bahwa sudah ada pernikahan. Ini untuk agar menghindari fitnah,” tegasnya.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 20 Juli 2024
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan