LANGIT7.ID-Jakarta; Rektor ITB Ahmad Dahlan DR Mukhaer Pakkanna, SE, MM dalam diskusi di DPP IMM, (26/7/2024).
Malaikat itu menghindari dosa. Dan memang ia ditakdirkan untuk selalu suci. Sementara, manusia sebagai khalifah, ia harus siap salah dan bertanggungjawab. Makanya, malaikat pun bertanya kepada Tuhan dan menuduh manusia. “Apakah Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu, manusia yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah” (QS: 2: 30). Sebagai khalifah, selain harus mengabdi secara totalitas kepada Allah, ia harus juga bertanggungjawab karena diberikan akal, pikiran dan nafsu.
Dengan centang perenangnya kondisi pertambangan saat ini akibat ulah oligarki dan kartel pelaku industri petambangan, telah memicu ekosistem lingkungan yang rusak parah, sarat kejahatan, korupsi, dan lembaran dunia hitam yang lain. Sudah cukup lama kita berkoar-koar terkait lahan di Tanah Air yang dikuasai oleh dwifungsi oligarki ekonomi dan politik. Kita ingin adanya redistrubsi aset dan akses pemanfaatan terhadap lahan-lahan yang dikuasi oligarki bejat. Terlepas “tidak ada makan siang gratis” dari kebijakan Pemerintah terhadap PP 25 Tahun 2024 ini, saya kira ini momentum yang tepat untuk memulihkan keadaan. Kita harus membuktikan tantangan itu!
Sebagai khalifah Allah, apakah manusia tidak mau bertanggungjawab mengatasi masalah yang rusak itu? Apakah manusia telah pasrah dan “cuci tangan” untuk menyelesaikan masalah itu? Di mana fungsi kekhalifaan manusia? Apakah manusia berniat melamar sebagai malaikat sehingga bebas dari tugas-tugas kemanusiaan? Apakah lowongan itu masih ada? (*/saf)
(lam)