LANGIT7.ID-, Jakarta- - Wakil Ketua Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah, Mukhaer Pakkanna, menyampaikan kesiapan salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia itu untuk terlibat dalam industri pertambangan. Namun, keterlibatan Muhammadiyah ini disertai sejumlah syarat dan pertimbangan.
Menanggapi kritik atas rencana pemberian konsesi tambang ke ormas seperti Muhammadiyah, yang bisnisnya dianggap 'hitam', Mukhaer menegaskan bahwa tanggung jawab moral Muhammadiyah adalah turut memperbaiki bangsa dengan terlibat, bukan sekadar berkutat di ranah teoritis.
"Memang bisnis tambang ini dunia yang sangat hitam. Bukan lagi apa ini, sangat hitam ya. Dari hulu, hilir, dan ke pasar. Tetapi bukan berarti kami mundur," kata Mukhaer.
Baca Juga:
Muhammadiyah Belum Putuskan Sikap Terkait Izin Tambang untuk Ormas KeagamaanJika Muhammadiyah akhirnya terlibat dalam bisnis pertambangan, organisasi keagamaan ini memprioritaskan pembentukan koperasi untuk mengakomodir banyak anggota. Mukhaer menegaskan pentingnya tidak memandang sebelah mata koperasi dalam menopang perekonomian masyarakat.
"Kalaupun misalnya kita masuk atau Muhammadiyah masuk ya, itu pertama, itu kita akan kedepankan koperasi. Karena koperasi akan meng-cover banyak anggota. Jadi kita tidak boleh memandang secara pejoratif koperasi itu," ujarnya.
Selain koperasi, Muhammadiyah juga berencana membentuk badan usaha milik Muhammadiyah yang menguasai lebih dari 50% saham di perusahaan pertambangan yang diakuisisi.
Lebih lanjut, Mukhaer menyatakan bahwa Muhammadiyah tidak serta-merta menerima 6 lokasi penunjukan yang ditawarkan pemerintah. Muhammadiyah memiliki ahli tambang yang sudah meneliti beberapa lokasi dengan tingkat kerusakan lingkungan dan potensi mudaratnya lebih rendah.
"Kita tidak semata menerima 6 lokasi penunjukan itu ya. Kita juga punya ahli-ahli tambang, itu sudah melirik beberapa lokasi yang tingkat propamisnya, tadi juga tingkat mudaratnya yang lebih rendah," papar Mukhaer.
Sikap kritis ini disampaikan Mukhaer setelah sebelumnya mendapat masukan dari suara-suara kritis terkait rencana Muhammadiyah terjun ke bisnis tambang. Mukhaer berterima kasih atas masukan tersebut dan menegaskan Muhammadiyah terus mengakomodasinya dalam perencanaan.
"Ya, terima kasih. Masukan terutama dari suara-suara kritis ya. Ini luar biasa. Tadi kami akan akomodasi," pungkasnya.
Baca Juga:
Polemik Konsesi Tambang untuk Ormas: Bahaya Melanggar Konstitusi dan Terseret Bisnis HitamBaca Juga:
Polemik Pemberian Konsesi Tambang kepada Ormas Keagamaan, Akademisi Tawarkan Alternatif Profitability Index(lam)