LANGIT7.ID-, Surabaya- - Gangguan kesuburan tidak hanya berasal dari penyakit, melainkan juga semangat dan psikologis suami istri.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Asha IVF Indonesia, dr. Amang Surya Priyanto usai Doa Akbar Pejuang Garis Dua di Ballroom Ashafa, Masjid Al Akbar Surabaya, Minggu (4/8/2024).
Menurut Amang, saat ini ada sekitar 157.000 pasangan di Indonesia yang mengalami kesulitan hamil. Hanya sekitar 13.000 pasangan yang tertangani pada 2022.
Dokter Amang Surya Priyanto Direktur Asha IVF Indonesia menyebut, gangguan kesuburan tidak hanya berasal dari penyakit, tapi juga semangat dan psikologis suami-istri.
Baca juga:
Ikhtiar Dapatkan Buah Hati, Ratusan Pasutri Ikuti Doa Akbar Bareng Habib Jafar“Dari jumlah itu, yang berhasil tertangani dengan program bayi tabung pada tahun 2022 hanya sekitar 13 ribu pasangan. Penyebabnya tidak hanya dari segi finansial tapi juga mental mereka yang kadang enggan untuk melakukan konsultasi secara medis,” ungkapnya.
Tapi, Amang sadar sebenarnya teknologi hanya sebagian upaya saja. “Yang kami lakukan hanya sebagian kecil, karena hal besar lainnya tergantung pada Ilahi,” tutupnya.
Doa Akbar tersebut menghadirkan Habib Ja'far yang memberikan pencerahan sekaligus semangat bagi para pasurri yang belum diberi anugerah momongan.
Menurut Ja'far, kehamilan dan memiliki anak adalah impian bagi setiap pasangan yang telah menikah. Beragam upaya akan dicoba agar segera dikaruniai buah hati.
Perjuangan mendapatkan momongan bukan hanya soal usaha, tetapi kesiapan mental dan ikhtiar melalui doa.
“Selain memberikan edukasi usaha yang bisa dilakukan secara medis, juga mengedukasi dan mengajak langsung untuk berdoa bersama. Kenapa ini spesial, karena kita bisa saling mengisi dan berkumpul dalam kebaikan,” sebutnya.
Baginya, tak semua orang dapat diberikan amanat anak. Pasalnya anak termasuk amanat yang besar tanggung jawabnya kepada Allah.
Habib menegaskan bahwa bukan masalah cepatnya, melainkan waktu yang tepat.
“Perhari ini saya lima tahun belum dikaruniai anak. Saya merasakan apa yang dirasakan pejuang dua garis. Bagaimana menghadapi pertanyaan, menenangkan istri yang biasanya diobjektifikasi. Punya anak bukan cepat-cepatan, tapi kalau waktunya tepat, Allah pasti berikan (momongan),” katanya.
(ori)