Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 03 Mei 2026
home masjid detail berita

Kesehatan Fisik Menurut Al-Quran: Sebagai Mandat Keimanan

miftah yusufpati Rabu, 19 November 2025 - 17:59 WIB
Kesehatan Fisik Menurut Al-Quran: Sebagai Mandat Keimanan
Dalam Al-Quran, kesehatan bukan sekadar bebas dari penyakit. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Dalam literatur Islam klasik, kesehatan bukan sekadar kondisi medis, melainkan bagian dari tujuan kehadiran agama itu sendiri. Prof. Dr. M. Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Quran menegaskan bahwa Islam hadir untuk memelihara agama, jiwa, akal, jasmani, harta, dan keturunan. Dari enam tujuan pokok itu, tiga berkaitan langsung dengan kesehatan. Artinya, tubuh sehat bukan hanya kebutuhan biologis, tetapi amanah teologis.

Di dalam bahasa keagamaan, istilah sehat bergandengan dengan afiat. Kamus-kamus klasik membedakan keduanya: sehat menunjuk pada kondisi fisik yang bebas dari penyakit, sedangkan afiat bermakna perlindungan Ilahi yang membuat organ tubuh berfungsi sebagaimana tujuan penciptaannya. Mata yang sehat dapat melihat, tetapi mata yang afiat memilih untuk tidak memandang yang dilarang. Perbedaan ini memberi warna moral pada konsep kesehatan.

Di satu sisi, doktrin Islam memuat pesan-pesan umum: menjaga kebersihan, pola makan seimbang, hingga menghindari bahaya. Di sisi lain, praktik ibadah yang sering dipandang ketat justru menyelipkan pesan perawatan fisik. Ketika beberapa sahabat Nabi memperketat ibadah hingga mengabaikan jasad, Nabi menegur: Sesungguhnya badanmu memiliki hak atas dirimu.

Majelis Ulama Indonesia (1983) mengemas itu dalam rumusan kesehatan sebagai ketahanan jasmaniah, ruhaniah, dan sosial yang wajib disyukuri dan dikembangkan. Kesehatan, dengan demikian, bukan keadaan alami, tetapi keadaan yang mesti diupayakan.

Kebersihan yang Disandingkan dengan Tobat

Dalam Al-Baqarah ayat 222, kebersihan dipasangkan dengan tobat, dua kondisi yang sama-sama menyucikan: satu di ranah jiwa, satu di ranah tubuh. Wahyu-wahyu awal kepada Nabi Muhammad juga membawa perintah membersihkan pakaian dan meninggalkan kekotoran. Di masa ketika dunia belum mengenal sistem sanitasi modern, perintah itu menjadi pedoman pencegahan dini.

Hadis-hadis seputar kebersihan, meski sebagian dinilai lemah, diteguhkan oleh praktik-praktik kesehatan yang masuk dalam detail keseharian: menutup makanan, mencuci tangan, menyikat gigi, tidak bernafas ketika minum, dan tidak membuang hajat di tempat yang airnya tidak mengalir. Pola hidup higienis hadir jauh sebelum sains memformalkan higienitas sebagai standar kesehatan publik.

Larangan berlebih-lebihan dalam makan (QS Al-A’raf: 31) menjadi prinsip moderasi yang paling sering dikutip. Rasulullah merinci konsep itu dalam hadis tentang sepertiga makanan, sepertiga minuman, dan sepertiga ruang untuk bernafas. Prinsip sederhana yang kini kembali dikuatkan oleh ilmu gizi modern.

Beberapa ulama bahkan berpendapat bahwa makanan memengaruhi watak. Al-Harali membaca kata rijs—kotor—dalam Al-An’am ayat 145 sebagai kebobrokan mental. Pendapat itu sejalan dengan pandangan Alexis Carrel dalam Man the Unknown, yang menyatakan bahwa perasaan dan aktivitas mental dipengaruhi oleh kualitas makanan, meski belum sepenuhnya dipetakan oleh sains.

Kesehatan sebagai Jalan Kesadaran

Pada akhirnya, konsep kesehatan fisik menurut Al-Quran bukan berdiri terpisah dari dimensi spiritual. Ia bagian dari afiat: keadaan tubuh, jiwa, dan perilaku yang berjalan sesuai tujuan penciptaan. Sehat bukan sekadar tidak sakit, tetapi kemampuan merawat diri agar tetap berada di lintasan yang diridai.

Dalam tafsir Quraish Shihab, ajaran kesehatan bukan hanya kumpulan aturan higienitas, melainkan sistem pencegahan yang menyatu dengan etika. Dari kebersihan hingga karantina—sabda Nabi tentang tidak keluar-masuk wilayah wabah—semuanya menegaskan bahwa merawat tubuh adalah bentuk syukur, bukan sekadar rutinitas biologis. Dan syukur, dalam tradisi Islam, selalu menuntut tindakan.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 03 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)